Saya mendapatkan beasiswa LPDP di 2014 lalu. Waktunya pas sekali ketika saya putus kontrak dengan kerjaan di Hivos selama kira-kira 7 bulan.
Waktu itu bahkan saya belum ada kepastian diterima beasiswa. Dengan surat rekomendasi dari mbak Sitha, project manager saya waktu itu, saya bisa mendapatkan beasiswa. Saya sempat juga izin cuti untuk wawancara di kantor LPDP Jakarta.
Sempat saya juga apply-apply kerjaan baru di beberapa NGO karena hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Untunglah sebelum kontrak berakhir saya dapat informasi bahwa saya lulus beasiswa.
Puji Tuhan.
Kosan saya di Kemang saya tinggalkan karena dapat pelatihan bahasa Inggris di Yogyakarta di awal 2015. Berkumpul dengan beberapa teman yang mayoritasnya dari Aceh. Beberapa kali kami makan bersama karena makanan orang Aceh hampir mirip-mirip soal pedasnya.
Pada waktu itu saya kepikirannya ambil sekolah lagi di Bandung di ITB. Sebenarnya keputusan itu tiba-tiba saja muncul ketika saya dalam proses wawancara.
😎:" Kamu mau kuliah di mana? "
😌: (gugup) " eh saya mau di universitas South Carolina. Chemistry " Jawabnya gugup dan agak terbata- bata begitu
😎: " Saya ga yakin kamu bisa. Dari kamu jawab Chemistry aja ga bener" Ya Allah lemes dong ya, dibilang begitu, Langsung diulti kamu pindah saja di Indonesia ya. UI atau ITB.
....Emang mental ditempa sekali sih kalau tidak siap. Lanjut pertanyaan lain seputar rencana kehidupan.
😌: "Kalau cadangan di ITB pak boleh. "
Padahal waktu itu saya sempat apply ke Australia juga tapi belum ada hasilnya karena masih menunggu. Saya ternyata keterima di Universitas Wolongong di Mei 2015. Saya daftar melalui website. Namun sudah terlalu terlambat untuk belajar IELTS , karena waktu itu saya fokus di TOEFL dan tes TPA Bappenas. Teman saya waktu itu ada yang pindah dari ITB dan memilih politeknik Italia.
Tips untuk teman-teman bisa berhubungan dengan agen sehingga lebih dimudahkan urusannya dan jadi lebih PD untuk daftar.
Di tahap kelulusan tahun 2014 munculah namaku dan universitasnya di ITB. Memang rencana Tuhan baik, ga kesampaian kuliah jauh tapi di ITB dan dapat network kerjaan setelah itu. Cita-cita jadi dosen tetap, dan syukurlah bisa tetap di NGO karena saya harus membantu adik saya bulanan dan kuliahnya serta kebutuhannya yang lain. Gas tetap kerja di yayasan karena bisa #wfa.
