Tentang Blog

Showing posts with label Komunitas. Show all posts
Showing posts with label Komunitas. Show all posts

Tuesday, February 8, 2022

Hello, 2022!

 Banyak sekali kejadian-kejadian baik di 2021 dan di awal tahun 2022. 

Banyak kebaikan dan kehangatan di tiap hari. Meski selalu ya, tidak selalu indah. Ada juga hari-hari yang tidak menarik atau biasa saja.  Namun puji syukur atas rasa syukur yang lebih besar, jadi semua dimaknai baik adanya lalu hal-hal yang kurang bisa disiasati. 

Cinta yang besar untuk hal-hal kecil di kehidupan. Ini adalah pelajaran yang saya ambil untuk memaknai hari-hari yang saya lewati. Biar lebih kuat dan lebih bermakna menjalani hidup. 
 
Jadi yah, cukup lama ini blog ditinggal. Banyak kisah hidup tidak tercatat dengan baik dan juga terefleksi. Dilupakan seperti gambar-gambar kosong. Jangan sampai seperti itu. Harus terus belajar dari setiap peristiwa kehidupan. Masih banyak draft yang menunggu publikasi yah. 

Ada banyak hal, banyak perkembangan baik di kerjaan dan kehidupan personal. Tahun ini bakal post lebih banyak mengenai tempat-tempat wisata yang sudah saya kunjungi beberapa waktu lalu. Harus disiplin diri untuk fokus menulis dibanding scrolling HP. Sepertinya pengaturan pakai aplikasi yourhours harus mulai diaktifkan kembali. Waktu santai bisa harusnya untuk menulis kembali pengalaman-pengalaman overland Flores dan kunjungan ke Makassar beberapa waktu lalu. 

Yuk kita mulai lagi menulis dan mengingat kembali! Ditunggu ya tulisan berikutnya. Gambar berikut itu aktivitas paling menyenangkan seminggu. Refresh bertemu krucil-krucil ini setiap minggu. 


Banyak-banyak cinta untuk kamu dan orang-orang yang kamu cintai. Semoga sehat selalu dan 2022 menjadi tahun yang penuh rejeki dan kesehatan serta tentu saja cinta yang banyak. 

Sunday, December 12, 2021

Kenangan Favorit: Waktu & Manfaat Membaca

 Saya belum tidur. Sudah pukul 10.23 WITA. Masih ingat dengan janji saya ke diri sendiri, untuk menulis, belajar konsisten,belajar terus.

Jadi apa mood untuk menulis hari ini. Ada satu pertanyaan menarik di #minions hari ini. Minions adalah sesi check in untuk kami pekerja wfh setiap hari Senin dan Kamis. Bahasannya mulai dari apa yang dikerjakan minggu lalu & perasaan yang dirasakan lalu goals untuk minggu depan. Nah di setiap sesi, ada sesi bonding dimana kami diberi satu pertanyaan untuk dijawab.
Minggu ini pertanyaannya adalah apa memory masa kecil yang paling favorit?

Cukup lama sebenarnya saya termenung, memikirkan kenangan masa kecil. Tidak ada yang spesial. Sama seperti kebanyakan anak kecil lainnya di kota Bajawa, bermain dengan teman sepermainan. Saya ingat saya main masak dengan tetangga saya, main gerobak, wayang, tali merdeka dan kasti. Saya tidak favorit untuk dipilih main tali merdeka tentu saja. Anak bawang yang selalu ngekor dan cuma bisa lompat sampai pinggang. Minim kontribusi untuk kemenangan tim. Satu hal yang pasti saya melewati masa kecil yang cukup menyenangkan. 

Nah favoritnya adalah tukar menukar buku cerita dengan teman-teman yang suka baca. Lalu pinjam buku di perpustakaan FMM. Di sini saya dapat koleksi buku-buku Enid Blyton, atau diam -diam membaca koleksi buku ibu Ma di ruang kelas 1 SD. Ketika saya kelas 6, saya sering diminta untuk menjaga anak kelas 1 beberapa kali. Lalu saya berkenalan dengan buku-buku Balai Pustaka. Pinjam koleksi RL Stine teman saya yang kaya. Susah sekali menemukan perpustakaan bahkan sampai sekarang. Jadi kami selalu tukar menukar buku, majalah Bobo, kunang-kunang, komik. Saya kira itulah masa kecil paling favorit.

Kalau pertanyaan dibalik. Apa yang paling disesalkan di masa kecil? Mungkin tidak ada sepeda 😂 juga tidak dekat sungai atau laut sehingga saya tidak tahu berenang. Juga mengapa saya banyak sekali makan permen sehingga gigi saya jelek pas dewasa. Namun ya sudahlah demikian adanya. 

Pastinya kebiasaan yang paling saya sukai di masa kecil ini memang menjadi modal saya baik di dunia pendidikan dan kerjaan. Semoga ponakan-ponakan dan anak-anak yang saya kenal punya waktu dan kesukaan untuk membaca sehingga punya mimpi -mimpi besar. Bisa menjadi kebanggaan orang tua, daerah Nagekeo tercipta juga NTT nantinya. Bahwa kami bisa meskipun banyak keterbatasan.

Thursday, June 3, 2021

Kelompok Bermain dan Belajar Anak

 Saya selalu tertarik dengan kelompok belajar. Makin ke sini saya semakin belajar tentang diri sendiri, ternyata saya baru menyadari bahwa salah satu hobby saya adalah belajar. Mengakui punya hobby belajar pun saya agak kurang percaya diri. Takut dibilang sok-sok belajar, nerd atau "ih, lu belajar mulu". Namun karena sudah sampai tahap penerimaan diri, ya sudahlah, yang penting enjoy. Jadi intinya saya suka berada di kelompok-kelompok pembelajar. Fokus bertumbuh, mengenali kegagalan dan mencari cara untuk lebih baik. Oh ya, belajar bukan selalu di lingkungan sekolah, namun sehari-hari dan masing-masing orang saya kira selalu belajar tiap hari, profesi apa pun. Cuma kadang tidak menyadari. Jadi mari kita normalisasi hobby belajar, belajar apa pun itu. 

Kelompok belajar biasanya berhubungan dengan anak-anak. Di usia tersebut, mereka  menyerap ilmu melalui proses belajar formal maupun informal. Belajar terstruktur di kelas atau pun bermain bersama teman-teman sebaya. 

Play has the potential to contribute to social and emotional health in early childhood, which supports the idea that the power of play to make us resilient, flexible, and strong—emotionally, socially, physically, intellectually, and perhaps spiritually—may lie in its propensity to invert and subvert the order of things.(Source: (Esquivel et all., 2021)

Saya pun mengenang kembali kalau dulu ketika kuliah ((2009-2011) saya suka menemani teman-teman muda membaca dan bermain di Sanggar Rebung Cendani, Depok, yang dikelola oleh mas Budi. Saya dan Danil akan pergi tiap Sabtu, kadang menginap. Waktu itu yah, sekadar datang ke sanggar saja sudah bikin teman-teman muda senang. Kadang ada warm up, kadang yah gitu, duduk-duduk bercerita saja sambil mereka membaca buku. Saya kemudian berpikir, bisa nih kalau saya settle balik kampung, saya ingin bikin beginian juga. Voilaa, sekarang syukurlah ada komunitas yang membutuhkan. Lalu kita jalan tiap minggu di Nagekeo. 




Awalnya masih personal karena saya salah satu sukarelawan di Sao Mere, kemudian kita ajukan ke kerjaan biar disupport waktu dan sukarelawan untuk develop modul edukasi sederhana. Nah dengan berbagai pertimbangan, kita akhirnya bisa disupport oleh kerjaan. Artinya bisa diseriuskan,  bisa punya waktu develop modul, punya waktu untuk riset-riset, baca-baca soal pendidikan anak di lingkungan informal. 

 Mungkin karena kita happy, suka dengan apa yang kita lakukan, semua hal baik akan datang sendiri. Ada sukarelawan yang mau bantu-bantu. Saling bantu sih kita karena teman-teman muda punya andil memberikan warna di kegiatan dengan pertanyaan, kenakalan, keriangan dan apa adanya mereka. Jadi kakak-kakak fasilitatornya senang dan bahagia. 






Regret

​I feel sick of things. A sudden remember of old conversations that make me wondering for a long time. Like it finally make sense and oh tha...