Tentang Blog

Showing posts with label lifeis. Show all posts
Showing posts with label lifeis. Show all posts

Saturday, April 9, 2022

Silence

 I pray that wherever you are, you are the happiest. I pray for all your dreams and plans. I pray for myself to be happy too. 

For both of us. For the spoken and unspoken wishes. For the things that we are afraid of to act in certain ways. I have no regret. I hope you too. 

We will one day fulfil the wishes. Act with no worries and being  a free birds.

Kapai. 


Tuesday, December 14, 2021

Little Thinking

 I am trying to sleep, close my eyes

Take a deep breath, longer 
to release the thoughts about you
It's been a while really
Not that easy road, it's uphil sometimes 
Try to count all my steps 
So that I am not loss myself
World I live has been beautiful all this time
Enjoying myself, get it to the fullest
Excited in exploring things, while those insecurities come and go but after all, human
imperfections
On so many dreams without failing 
I see familiar face and smiles 
Those eyes 
Perspective in a way
Not so many
World I live has been beautiful
 in sync with the universe
Whom I have spoken so much 
about the possibility
Murmur about days and nights 
And answering a special question
How was your day?
It appears thru wind, bird's singing
Sometimes rain, rainbow, different shades of sky, stars in dark night 
Or all lie
And that is how I lie to myself

Friday, September 10, 2021

Perubahan di Hidup Adik

 

Notifikasi di handphone saya sudah lebih sering. Baik chat maupun video call. Bukan dengan pacar tapi dengan adik saya. Dalam satu minggu ini, hampir tiap hari dia mengabari kesehariannya menempati kamar kos yang baru. Bulan-bulan sebelumnya dia tinggal dengan keluarga sepupu saya, Imel Ndana. Saya senang dia mengabari dengan detail. Bagaimana kamarnya, apa saja yang dibeli dan tentang dia yang belajar masak. 
Dia mengeluhkan bahwa dia tidak bisa memasak sayur. Tentu saja langsung kami soraki, masak itu survival kit yang harus dikuasai tiap orang hidup. Jadi pasti bisa, lama-lama akan terbiasa. 

Mendengar cerita dan melihatnya beranjak dewasa sungguh sebuah kebanggaan. Dari cara berbicaranya yang cadel menyebut nama saya lalu sekarang dia harus ngekos dan mengatur waktu sendiri. Biarpun dia setinggi apa, tetap saya punya adik yang lucu dan menggemaskan (dulunya). 

Satu hal yang bikin saya harus terbiasa adalah mendengarnya "curhat". Saya senang sih bisa mendengar namun kadang kapasitas saya untuk mendengar agak kurang baik. Lalu saya akan menjudge ini itu ke dia dan itu bukanlah sesuatu yang baik. Untunglah kakaknya Wig juga dicurhati soal perkuliahan sehingga saya tidak ikut kepikiran juga. Saya lebih suka dicurhati soal uang yang menipis atau tidak bisa masak. Kenapa? karena saya bisa kasih solusi. Kalau yang soal dosen atau perkuliahan rasanya saya malas karena tidak bisa saya kontrol. Namun perlu saya ingat bahwa kadang teman atau saudara curhat hanya untuk didengarkan. 

Dari pengalaman ini, saya  berkaca. Apakah curhatan saya menjadi beban untuk orang lain? Apakah curhatan saya menambah permasalahan hidup? Saya jadi makin hati-hati, takut menambah beban hidup orang lain karena permasalahan sendiri. Mungkin ada baiknya bertanya dahulu. 

Ada banyak hal ke depan soal perkuliahan, pertemanan dan tentu saja pengaturan keuangan. Belum buku-buku atau pulsa data, dosen yang begini dan begitu. Selamat menempuh kehidupan baru, meski suasana perkuliahan belum sepenuhnya secara luring. 

Wednesday, September 8, 2021

Good Memories

 You miss that "how are you?"/"how was  your day"



Now you know that not everyone will ask those questions. When there is no more then you think, it was special, knowing there was someone really want to know every detail of yours. 

It is gone know for months. The nice part will show up like it was yesterday. One thing to be sure,  nothing is permanent. People change. There is no new notification anymore. 

He made jokes so you can giggle and he said he was happy just to hear your laugh. That was sweet and nice. Yes, I should laugh more for myself. Thank you for being part of my life, for the calls and messages, for the encouragement and tolerance of me being silly and absurd. 

Go love yourself. Be brave, be proud that you are this far. It was good memories. 

Life will move on but at least these memories are forever.  I wish you well. 

Sunday, May 30, 2021

Negara Antah Berantah

 Akhir-akhir ini kelihatan sekali upaya pelemahan lembaga-lembaga yang melakukan pengawasan terhadap kerja-kerja pemerintahan Antah Berantah(Tentu saja tidak bisa dinamaipemerintahan Cornelius Fudge yang professional). Sudah tidak malu-malu mengganjal pakai rangkaian pertanyaan level personal yang sepertinya tidak biasa dimasukan di tes OWL. Kemungkinan sih ada pimpinan macam Dolores Umbridge:(


Pertanyaan-pertanyaan tes juga privat dan tidak berkaitan dengan kerja-kerja auror. Lebih privat mengenai hal-hal yang mudah dijadikan bahan alih isu di masyarakat yang masih suka urus agama, selangkangan dan babi ngepet. Kemudian kalau diperkuat oleh jurnalis macam Rita Skeeter, buzzer dementor yang dingin dan tidak ada otak, nanti yang diserang personal yang sama sekali tidak ada kaitannya.


Banyak orang sekolah tapi mudah dicuci otaknya. Padahal sudah lulus mengerjakan skripsi capek-capek 1 semester atau bahkan lebih. Fungsi melakukan skripsi di kehidupan nyata harusnya sangat terasa sekali. Jika punya permasalahan, masalanya digali apakah benar-benar masalah dengan mengajukan berbagai pertanyaan, lalu kemudian melakukan banyak pengecekan data dengan banyak-banyak membaca permasalahan serupa yang sudah-sudah, Data sumbernya harus jelas dan valid juga relevan. Nah tapi kemudian, jika pendidikan hanya dilakukan demi formalitas dan tidak dibawa ke dalam kehidupan sehari-hari, yah begitu, banyak asumsi, unfair judgement juga kasus suap dan brainwashing. Apa kata atasan yang paling benar. Jika kritis di dalam sistem pun kamu akan dibuang. Rasionalitas dan integritas pun sudah dilupakan. Yah hati nurani lah yan dipakai. Mungkin juga kepentingan untuk terus bertahan hidup membuat semua kebijaksanaan dibutakan oleh uang dan kepentingan bertahan hidup.


Perkembangan sosial media sekarang sudah sangat baik, meski di beberapa tempat peliputan berita dibatasi. Kasus pembunuhan macam muggle atau unicorn  yang hilang lenyap oleh dementor atau darahnya dimangsa “mereka yang namanya tak boleh disebut “di hutan terlarang. Nyata terjadi tapi lalu dibungkam, akses informasi dibatasi. Mungkin hanya Firenze dan kawanannya, makhluk-makhluk yang berdiam di bawahnya berduka, mengiringi jiwa demi jiwa yang pergi. Biarlah mereka mengutuki siapa pun yang bertanggung jawab karena akan dibalas suatu hari. Bagusnya adalah tokoh-tokoh masyarakat  yang berpangkat, yang arogan dan tidak sadar diri akan fungsi dan tugas semakin tidak jaga sikap. Harusnya memberi contoh budaya mengantri. Eh malah songong dan main hantam.


Thanks to social media, eh tapi jangan-jangan dijadikan duta lagi. Yah kan bisa saja di negeri antah berantah. 


Monday, May 24, 2021

Rencana 5 Tahun

 Ada yang berbeda di pertemuan mingguan kami minggu ini di WISE. Untuk meningkatkan bonding kami diminta memilih satu pertanyaan dari kurang lebih puluhan pertanyaan dan kemudian secara bergiliran menjawab pertanyaan tersebut.  Dari percobaan pertama, saya pribadi merasa sesi ini membuat saya lebih rileks dan mengenal workmate dan sukarelawan atau teman-teman intern. 

Do you believe in having a five year plan? 

Saya menjawab apa adanya kalau di umur sekarang ini lebih ke let it flow. Tetap ada perencanaan tetapi tidak sefokus ketika di usian 20an. Mungkin  punya bisnis. Lalu ya, menikah. Jika Tuhan berkehendak yah, dekatkan dengan orang baik dan sevisi, nyambung dan sayang. Lalu saya harus memikirkan jika memang belum bertemu yang pas dan harus ada opsi sendiri. Memikirkan bagaimana jika memutuskan hidup sendiri dan harus siap dengan stigma dan streotipe yang mengikutnya. Kata salah satu relative, ya udah ada yang dekat, mau saja. Bukan begitu konsepnya. Ada banyak hal yang harus digali bersama dan capai kesepakatan. Yah iya sih, ribet cuma yah that is how we respect our self so that we can respect our potential partner. Jangan sampai galau-galau, mending dijauhkan sekalian. Mohon doanya pembaca yang budiman:) 

Menilik ke beberapa tahun ke belakang dan saat ini, saya merasa semua pencapaian sudah sesuai dengan rencana-rencana tahunan. Dapat beasiswa S2, lancar 2 tahun kuliahnya,  tinggal di luar negri beberapa bulan juga mendapat pekerjaan di lingkungan yang saya impikan. Life goes as planned. 

Kalau kata Yoke, teman kerja, if she dies tomorrow she has no regrets. Nah apakah saya sudah ditahap itu? Kira-kira 85 % kali ya. Belum bilang sayang, adek belum kelar kuliah, belum naik gunung Ebulobo, belum jalan-jalan ke Labuan Bajo. Well, thats just for fun. 

Jadi jawabannya yah I believe in having a five year plan in my twenties and now in my thirties quite flexible, not that tight. 

Bagaimana dengan kamu? 

Saturday, April 3, 2021

Ruba Sulo Jata Bagian 2

 Hello blogger, 

Saya kembali. Sedih sekali bulan Maret hanya sedikit tulisan. Semoga April ini semakin baik.
Nah berikut lanjut lagi cerita-cerita kegiatan untuk arsip dan melatih daya ingat:) Juga teman mengusir sepi. 

Dalam rangka menindaklanjuti masukan dari kunjungan kami sebelumnya. Saya lalu berkomitmen untuk membantu memfasilitasi seadanya. Meski banyak batasan yang saya punya. Namun karena semangat mama Tres sih. 

Jadi saat pulang dari desa Tengatiba untuk bertemu dengan bapak dari pak Yohanes Amekae (akan saya bagi isi diskusi kami yang menarik) ,kami singgah di mama Tres. Banyak yang berkumpul saat itu, beberapa mama-mama:) Kami (saya & Yuven) duduk bacarita sedikit, lalu diskusi soal nama rumah tenun. 
Mama Tres menyampaikan bahwa nanti mereka akan kumpul-kumpul untuk diskusi dan kita bisa diundang untuk ikut. 

Keesokan harinya, pada tanggal 28 January 2021, mama Tres telpon untuk ke rumahnya karena mau diskusi juga untuk menjawab beberapa pertanyaan dari warga. (I was a bit worry here, lol). Saya sudah ajak pak Edi dan ibu Rustin dari Dinpar tapi karena pak Edi harus isolasi mandiri maka saya sendiri. When you bring yourself alone and people ask about your motive? Dalam perjalanan ke rumah mama Tres, saya deg deg an juga. Saya tidak bisa mewakili kantoran tempat saya bekerja, karena ini murni inisiatif pengunjung. You just want people to perform better and improve. Thats all. 

Yeay, iya ditanya sih untuk apa dan kenapa nya. Jadi saya bilang kita mau bikin dokumentasi untuk proses tenun dan pewarnaan, dibikin leaflet untuk ditaruh ketika ada pengunjung yang datang. Syukurlah menjadi jelas untuk semua :) 


Kami lalu berdiskusi mengenai nama sanggar dan diperoleh ruba tenu sulo jata. Ruba menyatakan rumah tenun dan biasanya ruba sudah bermakna rumah tenun. Bukan rumah karena ada sebutan sa'o untuk rumah yang difungsikan untuk tidur dan makan. 
Sulo Jata merupakan peralatan yang digunakan untuk memintal benang dan menenun. 

Pada tanggal 8 Februari 2021, saya dan ka Yuven main ke kantor dinas Koperindag untuk cek ricek benang. Juga menjelaskan kegiatan kami bersama sanggar Sulo JataJata. 
Kami bertemu dengan ibu Tris dan ibu kabid yang memperkenalkan kalau ada etalase penjualan ekraf di dinas. 

Tanggal 9 Februari 2021, kami bersama teman-teman @kitauntukINA @flotistaui dari Universitas Indonesia dan beberapa universitas lainnya melakukan kunjungan ke sanggar. 

Senang sekali karena mama-mama sanggar memberikan penjelasan kepada kami pengunjung dengan baik. 

Semoga pandemi berakhir &
semakin banyak pengunjung :) 






Saturday, February 6, 2021

Minum Moke

  

Sekelompok anak muda
Duduk-duduk minum moke
Lalu ada sakit hati terpendam
Berbicara tak putus-putusnya
Membela diri atas penghakiman yang tidak seharusnya
Reka ulang kisah masa lalu
Berkelompok, berintegritas, kritis, debat sana debat sini,
Andaikan pada porsinya dan tetap teguh pada tujuan awal
 
Sekelompok anak muda, naif, ah tidak juga, agen perubahan (dua tiga tahun lalu)
Tapi lalu terperangkap lama, sudah terlalu sistemik
Satu lawan seribu
Lalu lupa ayah mencangkul di kebun, belum tentu dapat uang bulanan
Lupa kalau anak satu-satunya, pewaris keluarga, kebanggaan suku
Tidak jadi ada toga, tidak ada perayaan wisuda



Sial memang!
Tak ada habisnya
Kenapa begini, kenapa begitu
Marah, debat berapi-api, kau tau apa! Sa pu hidup!
Beta berkorban demi sekelompok orang, tapi tidak ada yang jaga komitmen.
Komitmen ta’i! Kok mereka langgar janji?
Tidak ada anak muda, mereka pegang janji awal,
 janji deng mereka pu bapa mama
sebelum langgar pulau, sebelum baku salam deng nona
Anak, ingat, pulang rumah bawa ijazah!
 
Dari saya yang terganggu tidurnya, dengar lu pu bacot jam 23.00-01.00. 
 
 



Saya hanya ingin tidur, bermimpi, dan berharap mendapat obrolan bernas sambil saya angguk-angguk kepala curi dengar. 
Tapi ini debat kusir. 

and I am sorry that if you regret your life. You have done very well. A little advice, just don't compare yours to anyone. Privilege, circumstances counts, just remember every soul is different & unique. It will be ok. It will ok, young man!

Regret

​I feel sick of things. A sudden remember of old conversations that make me wondering for a long time. Like it finally make sense and oh tha...