Tentang Blog

Showing posts with label 2021. Show all posts
Showing posts with label 2021. Show all posts

Sunday, May 29, 2022

Life Phase

I am grateful for the time being, 
For being able to take a deep breath and feel the breeze
For being able to surrounded by people whom I love the most
Their loves too make me stronger during my weak days
I remember my father was checking me right after coming home, asked why I am not move from my bed
Or my mother despite of our silly arguments, let me do nothing without nagging
Or my brother who drived me to the beach while he just can stay watching neighborhood soccer

I am grateful for the time being,
For being able to become my fully self without worrying
So brave, strong, beautiful and confident in my way
There was an ugly cry but it is what it is
You have to validate your own feeling, to accept it in order to let it go
There is noone to blame. You know sometimes you would blame yourself, a soft sensible  person. Don't do that anymore. It is what it is and everything gonna be ok.

It was beautiful
Love is always beautiful. Treasure and own it, slowly you'll understand more and find yourself in happiness again. 

Tuesday, December 14, 2021

Little Thinking

 I am trying to sleep, close my eyes

Take a deep breath, longer 
to release the thoughts about you
It's been a while really
Not that easy road, it's uphil sometimes 
Try to count all my steps 
So that I am not loss myself
World I live has been beautiful all this time
Enjoying myself, get it to the fullest
Excited in exploring things, while those insecurities come and go but after all, human
imperfections
On so many dreams without failing 
I see familiar face and smiles 
Those eyes 
Perspective in a way
Not so many
World I live has been beautiful
 in sync with the universe
Whom I have spoken so much 
about the possibility
Murmur about days and nights 
And answering a special question
How was your day?
It appears thru wind, bird's singing
Sometimes rain, rainbow, different shades of sky, stars in dark night 
Or all lie
And that is how I lie to myself

Sunday, December 12, 2021

Kenangan Favorit: Waktu & Manfaat Membaca

 Saya belum tidur. Sudah pukul 10.23 WITA. Masih ingat dengan janji saya ke diri sendiri, untuk menulis, belajar konsisten,belajar terus.

Jadi apa mood untuk menulis hari ini. Ada satu pertanyaan menarik di #minions hari ini. Minions adalah sesi check in untuk kami pekerja wfh setiap hari Senin dan Kamis. Bahasannya mulai dari apa yang dikerjakan minggu lalu & perasaan yang dirasakan lalu goals untuk minggu depan. Nah di setiap sesi, ada sesi bonding dimana kami diberi satu pertanyaan untuk dijawab.
Minggu ini pertanyaannya adalah apa memory masa kecil yang paling favorit?

Cukup lama sebenarnya saya termenung, memikirkan kenangan masa kecil. Tidak ada yang spesial. Sama seperti kebanyakan anak kecil lainnya di kota Bajawa, bermain dengan teman sepermainan. Saya ingat saya main masak dengan tetangga saya, main gerobak, wayang, tali merdeka dan kasti. Saya tidak favorit untuk dipilih main tali merdeka tentu saja. Anak bawang yang selalu ngekor dan cuma bisa lompat sampai pinggang. Minim kontribusi untuk kemenangan tim. Satu hal yang pasti saya melewati masa kecil yang cukup menyenangkan. 

Nah favoritnya adalah tukar menukar buku cerita dengan teman-teman yang suka baca. Lalu pinjam buku di perpustakaan FMM. Di sini saya dapat koleksi buku-buku Enid Blyton, atau diam -diam membaca koleksi buku ibu Ma di ruang kelas 1 SD. Ketika saya kelas 6, saya sering diminta untuk menjaga anak kelas 1 beberapa kali. Lalu saya berkenalan dengan buku-buku Balai Pustaka. Pinjam koleksi RL Stine teman saya yang kaya. Susah sekali menemukan perpustakaan bahkan sampai sekarang. Jadi kami selalu tukar menukar buku, majalah Bobo, kunang-kunang, komik. Saya kira itulah masa kecil paling favorit.

Kalau pertanyaan dibalik. Apa yang paling disesalkan di masa kecil? Mungkin tidak ada sepeda 😂 juga tidak dekat sungai atau laut sehingga saya tidak tahu berenang. Juga mengapa saya banyak sekali makan permen sehingga gigi saya jelek pas dewasa. Namun ya sudahlah demikian adanya. 

Pastinya kebiasaan yang paling saya sukai di masa kecil ini memang menjadi modal saya baik di dunia pendidikan dan kerjaan. Semoga ponakan-ponakan dan anak-anak yang saya kenal punya waktu dan kesukaan untuk membaca sehingga punya mimpi -mimpi besar. Bisa menjadi kebanggaan orang tua, daerah Nagekeo tercipta juga NTT nantinya. Bahwa kami bisa meskipun banyak keterbatasan.

Saturday, December 11, 2021

121221-Menulis di Akhir Tahun

 

Tibalah di penghujung tahun. 2021 akan berakhir beberapa hari lagi. Harus dirayakan Nona. Dirayakan dengan menulis. Meriahkan dengan kenangan pertemuan-pertemuan, hari-hari baik penuh ide dan optimisme. Juga tidak lupa ketika sakit, sepi dan mendengar perlakuan-perlakuan tidak adil. 

Mengapa perayaan mengenang dalam tulisan menjadi penting? Akan ada banyak refleksi di sana, mengambil yang baik dan melepas yang buruk, memberi jarak hingga pandangan tidak bias lalu mengkritisi dan berbenah. Akan ada  kesembuhan, cinta juga referensi yang menarik di kemudian hari bagi diri sendiri dan mungkin mereka yang membaca.

Berikan banyak cinta, senyum juga niat baik untuk menjadi persembahan bermanfaat bagi yang membaca. Saya teringat akan kenangan menginap di Pantai Paris Homestay Maumere. Ketika ibu Susi membuat sarapan dengan memberi banyak cinta dan senyum. Seketika saya merasa sel- sel tubuh saya dibarui. Semoga tulisan menjadi semangat, inspirasi dan media pembelajaran saya di kemudian hari. Syukur-syukur untuk yang baca juga.

Highlights di 2021 ini banyak sekali. Saya bersyukur untuk setiap event yang saya ikuti, orang- orang yang saya temui. Tentu saja yang paling berkesan adalah snorkling menikmati keindahan bawah laut Flores. Pertama kali. Jadi ceritanya kita mulai dari mana? 

Tepat sekali untuk berefleksi menuju 2022 dengan menulis berturut-turut. Bisa yok bisa! Btw hari ini tanggal cantik. 121221. Banyak event pasti hari ini, paling bagus tanggal menikah. Saya lihat di Twitter ada yang mengatur jadwal melahirkan harus di tanggal ini. Yah sekarang bisa- bisa sajalah yang penting jangan sampai dipaksakan sekali Dan takutnya malah bahaya. Saya sebagai lulusan kimia percaya, segala sesuatu itu ada takarannya dan  reaksi akan mencari keseimbangannya sendiri. Jangan sampai berlebihan.

Mari yuk tuntaskan project menulis di akhir  tahun.  Yuk mulai dari Floratama Academy, Flores Overland, dan beberapa event lainnya. Cheers!

Saturday, September 25, 2021

Floratama Academy

  Ketertarikan terhadap dunia pariwisata dan karena saya juga orangnya suka jalan ke tempat-tempat baru, maka jadilah akun instragram @storiesofnagekeo. Ingin memperkenalkan pariwisata Nagekeo. Bertemu dengan banyak teman-teman yang bergiat di pariwisata, saya pikir boleh ni kita jadi penyambung lidah dalam bentuk sosial media. Semakin lama semakin berkembang dengan banyak pengikut. Yah belum seberapa, cuma memang untuk saat ini lebih banyak tujuannya untuk pengarsipan, jadi pengikut bukan target jadi belum minat bikin iklan berbayar. Mungkin beberapa tahun lagi sejalan akses infrastruktur yang semakin baik ke Nagekeo, tujuan akun sudah beda lagi. 

Salah satu institusi pariwisata @boplbf menyelenggarakan kegiatan inkubasi bisnis. Voila, jadilah kita mendaftar, boleh ni belajar lagi. Meskipun jasa yang kita maksudkan belum ada material profitnya yah. Pandemi pula. Target sih beberapa tahun ke depan jika sudah normal, @storiesofnagekeo bisa jualan open trip dan kerja sama dengan umkm dan pokdarwis desa-desa di Nagekeo. 

Saya sih asli tidak bisa sendiri dan lolos ya. Submitnya bersama teman-teman saya yang profesional dan gerak cepat selalu. Perkenalkan HG dan LP,  salah dua support system yah. Sama-sama tertarik di pariwisata. Jadi langsung connect dan saling paham. HG, editor lalu LP, mahasiswa yang paham bahasa-bahasa komunikasi presentasi sekarang-sekarang ini. Cari grafis- grafis dan menerjemahkan bahasa panjang draft awal. Glad to have them in my life! 

Dari 220 pelamar akhirnya kita lolos ke 120 terpilih untuk mendapatkan workshop mengenai BMC dari para praktisi. Luar biasa antusiasme para peserta dalam workshop. Sangat aktif sekali ya terutama yang memang usahanya sudah berjalan dan berbentuk produk. Bahkan waktu untuk diskusi dan pertanyaan kurang. Tugasnya juga lumayan lah ya:) 

Di BMC kita buat semenarik mungkin. Tadinya draft awal tuh yang blanko lah ya, standar tua, lalu kemudian dipertajam sama HG, dipercantik juga sama HG & LP. Yeay kemudian finally kita ke  30 besar. Yes!

Apakah kita akan lolos tahap selanjutnya dan boleh ikut workshop offline di Labuan Bajo? I am not really sure we can pass, but we'll try and do our best! 



Friday, September 10, 2021

Perubahan di Hidup Adik

 

Notifikasi di handphone saya sudah lebih sering. Baik chat maupun video call. Bukan dengan pacar tapi dengan adik saya. Dalam satu minggu ini, hampir tiap hari dia mengabari kesehariannya menempati kamar kos yang baru. Bulan-bulan sebelumnya dia tinggal dengan keluarga sepupu saya, Imel Ndana. Saya senang dia mengabari dengan detail. Bagaimana kamarnya, apa saja yang dibeli dan tentang dia yang belajar masak. 
Dia mengeluhkan bahwa dia tidak bisa memasak sayur. Tentu saja langsung kami soraki, masak itu survival kit yang harus dikuasai tiap orang hidup. Jadi pasti bisa, lama-lama akan terbiasa. 

Mendengar cerita dan melihatnya beranjak dewasa sungguh sebuah kebanggaan. Dari cara berbicaranya yang cadel menyebut nama saya lalu sekarang dia harus ngekos dan mengatur waktu sendiri. Biarpun dia setinggi apa, tetap saya punya adik yang lucu dan menggemaskan (dulunya). 

Satu hal yang bikin saya harus terbiasa adalah mendengarnya "curhat". Saya senang sih bisa mendengar namun kadang kapasitas saya untuk mendengar agak kurang baik. Lalu saya akan menjudge ini itu ke dia dan itu bukanlah sesuatu yang baik. Untunglah kakaknya Wig juga dicurhati soal perkuliahan sehingga saya tidak ikut kepikiran juga. Saya lebih suka dicurhati soal uang yang menipis atau tidak bisa masak. Kenapa? karena saya bisa kasih solusi. Kalau yang soal dosen atau perkuliahan rasanya saya malas karena tidak bisa saya kontrol. Namun perlu saya ingat bahwa kadang teman atau saudara curhat hanya untuk didengarkan. 

Dari pengalaman ini, saya  berkaca. Apakah curhatan saya menjadi beban untuk orang lain? Apakah curhatan saya menambah permasalahan hidup? Saya jadi makin hati-hati, takut menambah beban hidup orang lain karena permasalahan sendiri. Mungkin ada baiknya bertanya dahulu. 

Ada banyak hal ke depan soal perkuliahan, pertemanan dan tentu saja pengaturan keuangan. Belum buku-buku atau pulsa data, dosen yang begini dan begitu. Selamat menempuh kehidupan baru, meski suasana perkuliahan belum sepenuhnya secara luring. 

Wednesday, September 8, 2021

Good Memories

 You miss that "how are you?"/"how was  your day"



Now you know that not everyone will ask those questions. When there is no more then you think, it was special, knowing there was someone really want to know every detail of yours. 

It is gone know for months. The nice part will show up like it was yesterday. One thing to be sure,  nothing is permanent. People change. There is no new notification anymore. 

He made jokes so you can giggle and he said he was happy just to hear your laugh. That was sweet and nice. Yes, I should laugh more for myself. Thank you for being part of my life, for the calls and messages, for the encouragement and tolerance of me being silly and absurd. 

Go love yourself. Be brave, be proud that you are this far. It was good memories. 

Life will move on but at least these memories are forever.  I wish you well. 

Sunday, August 22, 2021

Yeay,32!

 


32.

Yeay. Usia yang tidak muda. Sudah dewasa dan harapannya bisa lebih bijak. Tidak ada perayaan berarti. Ucapan selamat dari teman dekat dan teman lama yang senantiasa mengingat sudah cukup. Teman saya sempat bertanya, apa rencana ulang tahunmu. Tidak ada rencana apa-apa. Mungkin tahun-tahun depan ada perayaan. Merayakan sendiri dengan menulis adalah wajib karena tidak setiap hari tanggal 23 Agustus. Kalau dulu, saya dan teman sekolah makan bakso sepulang sekolah sambal menukar kado. Sekarang-sekarang ini, biasa saja sih. Di keluarga juga tidak ada perayaan tapi saling memberi selamat dan kecup di pagi hari. Adik saya mengirim pesan dan teman saya juga.

Tahun ini banyak-banyak bersyukur atas kesehatan, rejeki dan lingkungan pekerjaan yang sehat.

Menikmati setiap event dalam kehidupan dengan lebih menerapkan prinsip stoic. Fokus kerjaan, bayar tagihan bulanan yang semakin menumpuk dan jangan lupa selalu bahagia. Menjadi bahagia ini adalah perspektif sebenarnya. Tiap hari kita bisa berbahagia dengan apa pun yang kita punya. Kuncinya jangan terlalu fokus pada hal-hal yang belum kita punya. Misalkan dalam kasus saya. Di usia 30an, teman saya sudah banyak yang punya anak. Namun saya masih single. Untunglah saya tidak ambil pusing.

Sejak dahulu, saya sadar timeline tiap orang berbeda.  Namun kadang rasa sepi atau capek datang tiba-tiba. Pengen ada teman
curhat atau teman main la ya. Eits, nah karena sikon ini biasanya di luar kondisi kita, kalau kepikiran yang ada merasa hidup kurang terus. Kalau prinsip stoic bilang harus bisa kontrol apa yang kita bisa kontrol. Nah, pikiran. Alihkan ke pekerjaan, hobi dan hal-hal positif lainnya, atau tidur. Nah saya mencoba sibuk lagi dengan menulis di blog dengan menetapkan target bulanan. Meski untuk dibaca sendiri. Kemudian target bacaan juga bertambah. Pakai Gramedia Digital semakin lancar bacanya. Takut berlebihan saja menunduk. Mungkin harus dikasih jeda tiap beberapa menit. Lalu saya juga belajar Bahasa Spanyol for no reason. Ke Spanyol kayaknya tidak mungkin. 
I wish.  Just for the sake of speaking a new language. It is fun using dualingo apps.

Semoga semakin baik. Semakin bahagia dan dimudahkan selalu urusan-urusannya.

Saturday, August 14, 2021

Gramedia Digital & Review Teman tapi Menikah

  

Saya baru saja mencoba mendaftar di Gramedia Digital minggu lalu. Saya memikirkan bahwa daftar bacaan saya sudah sangat kurang, terutama untuk buku-buku fiksi dan mempertimbangkan ongkir yang mahal juga budget bulanan yang kian ketat. Akhirnya, saya tertarik mengecek Gramedia digital. Setelah browsing ke beberapa blogger yang menggunakan aplikasi Gramedia, ternyata worth it la untuk dicoba. Asalkan buku yang ingin saya baca punya terbitan Gramedia, maka pastilah akan dapat saya baca. Jika penerbit lain, maka saya harus tetap membeli. Hal tersebut tidak begitu menjadi masalah bagi saya, sehingga saya akhirnya niat untuk berlangganan sebulan ini. Jika kemampuan baca saya juga lumayan maka akan saya teruskan berlangganan.

Kali pertama saya pesan ada diskon, sehingga saya hanya perlu membayar 31.500,00 untuk buku-buku fiksi. Namun sayang, saya salah membayar jumlah tagihan karena saya hanya mengirimkan 31.000. Juga saya mencoba membayar dari BRI, padahal hanya dapat membayar melalui Mandiri atau BNI. Jangan ditiru ya. Alhasil saya kelabakan. Namun Gramedia Digital Instagram menjawab pertanyaan saya dengan cepat. Saya kemudian Kembali mencoba membeli dengan menggunakan akun Mandiri mobile milik teman saya. Yeay, finally!

Ketika selesai pembayaran, otomatis ada keterangan bahwa saya telah berlangganan. Kemudian saya hanya perlu mencari judul buku yang saya inginkan. Pertama kali saya cari adalah buku laut bercerita. Kemudian saya unduh buku ringan Teman tapi Menikah.



TTM ini bacaan lumayan ringan tentang kisah pacaran artis Ayudia BS dengan suaminya. Bagaimana mereka berteman dan kemudian berpacaran. Sangat ringan dan cukup membuat saya jalan-jalan ke  masa lampau ke SMA. Ada yang relatable sedikit-sedikit mengenai kisah SMA. Jelas sangat tidak mirip juga sih. Bahasanya yang ringan juga banyak dialog membuat bacaaan ini bisa dibaca sekali duduk. Soalnya penasaran kalau tidak diselesaikan meski akhirnya sudah ketahuan seperti apa. Saya jadi berpikir enak juga ya menikah dengan teman. Tidak ribet mengulang-ulang pedekate dan memikirkan topi apa yang akan dibicarakan. Sudah sama-sama tahu orangnya bagaimana, sukanya apa, kalau marah bagaimana Mengalir begitu saja sudah. Tidak perlu riweh memikirkan percakapan-percakapan awal. Cuma memang wajib berteman sampai selesai SMA juga. Berjauhan tapi tetap berkabar dan ketemuan jadi tidak menjadi asing.

Adakah rekomendasi buku fiksi dari teman-teman?

Friday, July 9, 2021

Selamat Ulang Tahun Bapak!

  Tanggal 10 July lalu, bapak ulang tahun. Tidak ada perayaan atau makan enak. Tadinya saya berdua Wig berencana ke kampung, berkunjung dan membawa kue ulang tahun. Namun Wig harus ke kampung lebih awal karena mama sakit di kampung. 

Saya menelpon pagi-pagi dan memberi ucapan selamat. Bapak juga hampir lupa kalau ulang tahun. Semoga tahun depan kami merayakan dengan lebih baik. Kami memang tidak punya kebiasaan perayaan. Cuma menu makanan yang dikhususkan, ayam goreng atau bakar. 

Bapak yah orangnya begitu. Ceria. Suka bikin ramai, guyon biar tidak terlalu serius. Selalu percayakan apapun pilihan hidup ke anak. Kadang ingin dengar larang ini, larang itu tapi tidak. Asas bebas bertanggung jawab tetap dikasih. Berbicaranya lembut sekali. 

Pernah dimarahi? Pernah! Seram sekali orang yang jarang marah kalau sekalinya marah yah lebih menakutkan.  Saya senang bapak meskipun besar dalam lingkungan patriarki tetap memberi kesempatan kepada anak perempuan. Pekerjaan apa pun baik di dapur merupakan kerjaan semua anak, baik laki maupun perempuan. Mungkin karena dari dulu jadi anak tinggal, jadinya kebiasaan kerja itu selalu ada. Printilan tetapi membantu sekali. Saya senang fisik bapak masih kuat. Saya pikir ini karena beliau tidak punya ketrampilan bermotor sehingga selalu kuat jalan kaki. Panjang umur Bapaku. 

Hari ini Bapak memakamkan salah satu saudarinya, tanta Goo di kampung Daja. Bersyukur, bapak masih diberi kesehatan dan rejeki sehingga bisa menutup peti mati kakaknya. Selamat jalan tanta ine Go'o, anak-anak sudah berkoloni  dan membentuk keluarga besar. 

Banyak kematian akhir-akhir ini. Berduka cita mendalam untuk kepergian ibu dari adik Novi Azizah dan juga anak Marlin. Turut berduka sedalam-dalamnya untuk keluarga ka Pius Meo di kampung Tonggo. 

Saturday, April 3, 2021

Ruba Sulo Jata Bagian 2

 Hello blogger, 

Saya kembali. Sedih sekali bulan Maret hanya sedikit tulisan. Semoga April ini semakin baik.
Nah berikut lanjut lagi cerita-cerita kegiatan untuk arsip dan melatih daya ingat:) Juga teman mengusir sepi. 

Dalam rangka menindaklanjuti masukan dari kunjungan kami sebelumnya. Saya lalu berkomitmen untuk membantu memfasilitasi seadanya. Meski banyak batasan yang saya punya. Namun karena semangat mama Tres sih. 

Jadi saat pulang dari desa Tengatiba untuk bertemu dengan bapak dari pak Yohanes Amekae (akan saya bagi isi diskusi kami yang menarik) ,kami singgah di mama Tres. Banyak yang berkumpul saat itu, beberapa mama-mama:) Kami (saya & Yuven) duduk bacarita sedikit, lalu diskusi soal nama rumah tenun. 
Mama Tres menyampaikan bahwa nanti mereka akan kumpul-kumpul untuk diskusi dan kita bisa diundang untuk ikut. 

Keesokan harinya, pada tanggal 28 January 2021, mama Tres telpon untuk ke rumahnya karena mau diskusi juga untuk menjawab beberapa pertanyaan dari warga. (I was a bit worry here, lol). Saya sudah ajak pak Edi dan ibu Rustin dari Dinpar tapi karena pak Edi harus isolasi mandiri maka saya sendiri. When you bring yourself alone and people ask about your motive? Dalam perjalanan ke rumah mama Tres, saya deg deg an juga. Saya tidak bisa mewakili kantoran tempat saya bekerja, karena ini murni inisiatif pengunjung. You just want people to perform better and improve. Thats all. 

Yeay, iya ditanya sih untuk apa dan kenapa nya. Jadi saya bilang kita mau bikin dokumentasi untuk proses tenun dan pewarnaan, dibikin leaflet untuk ditaruh ketika ada pengunjung yang datang. Syukurlah menjadi jelas untuk semua :) 


Kami lalu berdiskusi mengenai nama sanggar dan diperoleh ruba tenu sulo jata. Ruba menyatakan rumah tenun dan biasanya ruba sudah bermakna rumah tenun. Bukan rumah karena ada sebutan sa'o untuk rumah yang difungsikan untuk tidur dan makan. 
Sulo Jata merupakan peralatan yang digunakan untuk memintal benang dan menenun. 

Pada tanggal 8 Februari 2021, saya dan ka Yuven main ke kantor dinas Koperindag untuk cek ricek benang. Juga menjelaskan kegiatan kami bersama sanggar Sulo JataJata. 
Kami bertemu dengan ibu Tris dan ibu kabid yang memperkenalkan kalau ada etalase penjualan ekraf di dinas. 

Tanggal 9 Februari 2021, kami bersama teman-teman @kitauntukINA @flotistaui dari Universitas Indonesia dan beberapa universitas lainnya melakukan kunjungan ke sanggar. 

Senang sekali karena mama-mama sanggar memberikan penjelasan kepada kami pengunjung dengan baik. 

Semoga pandemi berakhir &
semakin banyak pengunjung :) 






Saturday, February 6, 2021

Minum Moke

  

Sekelompok anak muda
Duduk-duduk minum moke
Lalu ada sakit hati terpendam
Berbicara tak putus-putusnya
Membela diri atas penghakiman yang tidak seharusnya
Reka ulang kisah masa lalu
Berkelompok, berintegritas, kritis, debat sana debat sini,
Andaikan pada porsinya dan tetap teguh pada tujuan awal
 
Sekelompok anak muda, naif, ah tidak juga, agen perubahan (dua tiga tahun lalu)
Tapi lalu terperangkap lama, sudah terlalu sistemik
Satu lawan seribu
Lalu lupa ayah mencangkul di kebun, belum tentu dapat uang bulanan
Lupa kalau anak satu-satunya, pewaris keluarga, kebanggaan suku
Tidak jadi ada toga, tidak ada perayaan wisuda



Sial memang!
Tak ada habisnya
Kenapa begini, kenapa begitu
Marah, debat berapi-api, kau tau apa! Sa pu hidup!
Beta berkorban demi sekelompok orang, tapi tidak ada yang jaga komitmen.
Komitmen ta’i! Kok mereka langgar janji?
Tidak ada anak muda, mereka pegang janji awal,
 janji deng mereka pu bapa mama
sebelum langgar pulau, sebelum baku salam deng nona
Anak, ingat, pulang rumah bawa ijazah!
 
Dari saya yang terganggu tidurnya, dengar lu pu bacot jam 23.00-01.00. 
 
 



Saya hanya ingin tidur, bermimpi, dan berharap mendapat obrolan bernas sambil saya angguk-angguk kepala curi dengar. 
Tapi ini debat kusir. 

and I am sorry that if you regret your life. You have done very well. A little advice, just don't compare yours to anyone. Privilege, circumstances counts, just remember every soul is different & unique. It will be ok. It will ok, young man!

Regret

​I feel sick of things. A sudden remember of old conversations that make me wondering for a long time. Like it finally make sense and oh tha...