Tentang Blog

Sunday, May 17, 2026

Jakarta

Tuhan kasih banyak kebaikan-kebaikan. Salah satunya dalah kos-kosan yang dekat dengan komplek Taman Ismail Marzuki. Selain planetarium, ada perpustakaan Jakarta di situ. |
Di hari Jumat, kantor kami menerapkan "working from anywhere" . Kos-kosan sebenarnya baik adanya tetapi meja penuh dengan barang printilan sehingga tidak nyaman. Untunglah bisa bekerja dari perpustakaan. 

Banyak berkat juga dengan kos-kosan, ada dapurnya dan dekat pasar juga. Penghuni kosan tidak begitu suka masak, jadi saya bisa dengan leluasa pakai dapur. Lalu akses ke pasar yang sangat dekat. Keluar pintu kosan, ada pasar tradisional pagi yang ramai dari jam 5 sampai jam 10 pagi. Selebihnya sore sudah bersih. 
Akses transport transJakarta juga dekat lalu ada gereja dan mall. Mau janjian gampang, tinggal janjian di Atrium atau perpustakaan. Kalau mau makan lapo juga dekat. Ya Tuhan, in this economy tinggal dekat lapo sangat-sangat menguji ketaatan pada budgeting dan disiplin keuangan. Keuangan pas-pasan dan punya rencana-rencana hidup yang butuh banyak uang. Ya Tuhan, kuatkan dan berilah rejeki. 

Omong-omong soal rejeki, Tuhan baik sekali kasih rejeki ketemu teman-teman baik. Teman-teman lama yang komunikasinya bisa beberapa kali saja dalam setahun. Ada teman masa kecil yang tinggal di Jakarta, teman SMA, teman kuliah, teman komunitas yang menyempatkan ketemu bertukar kabar. Serasa di welcome di Jakarta ini. Sejak 2016 sampai 2025 akhir bekerja dari rumah dekat orang tua, tentu saja berbeda sekali dengan kehidupan di kota. Bertemu teman lama sedikit mengulang kenangan hampir dua dekade lalu pertama kali ke Jakarta. 

Mari berteman ya Jakarta. Semoga banyak rejeki-rejeki lain berdatangan di tanah Jawa ini. Walau akhir-akhir ini ekonomi negara sedang jelek-jeleknya. Pernyataan-pernyataan presiden tidak membuat tenang, tetapi cemas dan khawatir karena sangat tidak logis dan kurang bertanggung jawab. 
Nilai mata uang rupiah melemah dan dia bilang, orang di desa tidak pakai dollar. Jadi ga perlu khawatir. Ini tentu saja mengabaikan bahwa harga bahan pokok akan naik, banyak UMKM kecil terkendala bahan pokok karena harga naik akibat dollar. Sesederhana tahu dan tempe yang kacangnya masih diimpor dari luar negri. Kacau. Lagian orang desa kok dianggap tidak paham ya karena mungkin banyak yang masih mengelu-elukan pimpinan. Merasa orang yang punya jabatan dan kekuasaan itu selalu wah. Dalam pidatonya itu pun banyak yang tepuk tangan. Kelihatan bapaknya masih hidup dalam bayang-bayang masa lalu, di mana pidatonya saja kek baru merayakan kemerdekaan. Untung, suara saya tidak untuk dia. 

Semoga generasi selanjutnya semakin baik dalam memberikan penilaian dan memilih yang benar. 


No comments:

Post a Comment

Jakarta

Tuhan kasih banyak kebaikan-kebaikan. Salah satunya dalah kos-kosan yang dekat dengan komplek Taman Ismail Marzuki. Selain planetarium, ada ...