Tentang Blog

Thursday, July 30, 2026

S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sidang. Ya Tuhan, puji syukur ketika adik kami mengabari. Mama menangis, Bapak juga menangis sedang dia berusaha menenangkan karena dia takut juga menangis di kantin, malu sama temannya. 

Bersyukur sekali untuk kabar baik hari ini. Senang sekali rasanya lepas dari tanggungan untuk membayar biaya sekolah. Bersyukur sekali untuk rejeki yang selama ini saya terima, sehingga bisa membayar apapun yang dibutuhkan untuk si bungsu ini menyelesaikan sekolahnya. 

Terima kasih Tuhan karena hari yang indah dan berkesan.

Selamat datang di dunia kerja Stanislaus, S.Ak. Semoga Tuhan memberikan berkat melimpah untuk segala urusan ke depannya. 

Tuesday, July 28, 2026

Surabaya

Hari ini saya menulis agak terlambat. Saya menargetkan untuk menulis di pagi hari tepat ketika biasanya saya scrolling Instagram atau membaca thread. Saya memutuskan untuk menulis selama 30 hari. 


Hari ini saya menulis di ketinggian sekitar ribuan kaki di pesawat Garuda menuju Surabaya. Pagi tadi saya sibuk packing dan mengerjakan pekerjaan yang harus dikumpulkan ke koordinator kami. Sekitar 10 hari kami akan bergiat di Surabaya bersama seluruh organisasi yang bekerja di bidang malaria di Indonesia Timur khususnya Papua. 


Kemarin saya berkesempatan menghadiri rapat di kantor Kemenkes. Biasanya yang rapat selalu online, ada juga kesempatan untuk ikut menggantikan kolega yang tidak bisa hadir. Ganti suasana melihat-lihat bagaimana kantor pemerintahan bekerja. Suasananya ramai dan packed. Sebagai yang terbiasa remote working, dengan orang yang tidak terlalu banyak dan kantor seadanya, cukup bikin pusing. Lain hal jika rapatnya di kantoran pemerintahan umumnya seperti balai-balai kesehatan di Salemba. 


Saya jadi punya pengalaman masuk di kantor pemerintahan nasional di Kuningan. Yah tidak semua punya akses ke sana. Syukurlah punya pengalaman sekali ini jadi bisa tergambar suasananya seperti apa. Rapat presentasi proposal kali ini ada dua lembaga yakni lembaga tempat saya bekerja dan lembaga pemerintahan. Masing-masing mempresentasikan dengan lancar dan menjawab dengan baik pertanyaan- pertanyaan dari pihak lembaga funding. Puji Tuhan. Senang sekali dapat melihat langsung. 


Puji Tuhan, kami sudah landing di Surabaya dan berada di Hotel Santika Gubeng. Puji syukur Tuhan karena berkatMu kami diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan banyak orang baik. Semoga acara kami lancar besok dan seterusnya. 


Hari ini semoga Tuhan yang baik memberi berkat pada orang-orang yang membutuhkan bantuan dan pekerjaan. Tuhan memberi jalan melalui tangan- tangan yang baik dan luar biasa. Jangan pernah ragukan keputusan-keputusan Tuhan. 

Sunday, July 26, 2026

Algoritma

​Kata algoritma akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan. Hari ini berita kejadian demo besar besaran baru muncul di beranda sedangkan kejadian tsb sudah dari satu hari sebelumnya. Sudah begitu, tidak ada liputan di TV nasional terkait hal tersebut. Agak menakutkan ya, ketika algoritmamu diatur orang atau lembaga tertentu.

Mari kita kupas apa yang terjadi. 

 Sederhananya seperti apa saja konten yang kamu suka akan muncul di beranda. Hal ini dikurasi dikurasikan sejak awal oleh medianya. Pernah kan kamu misalnya daftar aplikasi thread atau x? Lalu ada pilihan-pilihan informasi terkait topik apa saja yang menarik perhatianmu. Lalu kamu biasanya akan pilih topik-topik tersebut berdasarkan ketertarikanmu saja. Dengan begini kamu akan membentuk algoritmamu sendiri di sosial media. 

Adapun akhir-akhir ini ada algoritma yang bisa juga dikurasi oleh lembaga tertentu. Misalnya informasi demo yang tidak muncul baik di berita nasional maupun di beranda sosial media. Berita-berita di daerah konflik pun tidak terdengar karena sama sekali tidak ada beritanya padahal umum dibicarakan di level internasional. Begitulah semua dikurasi untuk membentuk reaksi dan keberpihakan kita. 

Menyedihkan bukan? Hanya karena di berandamu tidak ada berita-berita serius, bukan berarti hal tersebut tidak terjadi. Di saat kita dilatih untuk selalu memilih apa saja yang muncul di beranda kita hanya hal-hal yang kita sukai, berhati-hatilah karena pandangan kita dibatasi untuk hal-hal yang menyenangkan. Oleh karena itu, baiknya kita secara adil memberi porsi pada algoritma kita untuk berita-berita kehidupan yang terjadi di sekitaran, misalnya berita selain gaya hidup dan trend terkini. Namun ingat lagi, tidak semua berita diberikan. Ada yang dilarang tayang. Untuk itu pintar-pintar kita menilai dan memilih algoritma yang muncul di beranda kita sehingga kita menjadi orang yang berkesadaran dalam menggunakan & memanfaatkan sosial media.  Mengapa? Karena keberpihakan dan kepedulian kita untuk masalah-masalah sosial yang sekiranya harus mendapatkan perhatian menjadi penting untuk turut berkontribusi dalam pembangunan yang berkeadilan. 

Untuk itu pilihlah algoritma kita dengan adil dan bijaksana. Carilah informasi-informasi sebanyak-banyaknya jangan hanya hal-hal yang kita sukai di beranda kita. Setiap like, repost dan komentar akan membentuk algoritma kita. Untuk itu pergunakan sebaik-baiknya. 

Saturday, July 25, 2026

God’s Own land, India

​Sekitar 12 tahun lalu saya berkunjung ke India. Saya dan beberapa teman Komjak mendapat undangan untuk aktif menghadiri pertemuan beberapa komunitas atau organisasi dan individu membahas permasalahan sehari-hari yang kami temui. Masing-masing menceritakan mengenai negaranya sendiri dalam topik- topik tertentu. Beberapa hari ini foto-foto kegiatan tersebut muncul di halaman facebook. Saya terkenang akan pertemuan- pertemuan kami di Trivandrum, India. 

Sehari harinya kami di kelas berproses bersama, mendapatkan sharing dari Paul dan ka Felicia sebagai tuan rumah acara. Ada Ana juga dan Pak Roni sebagai asli orang India dan timnya yang membantu acara tersebut.  Lalu kami berkunjung ke suatu desa dan menginap, mengikut acara bersama yang diadakan orang-orang desa menyambut kunjungan kami. 

Secara personal kunjungan ini sangat berkesan bagi saya. Pertama kali mengurus paspor, membuat visa dan pergi ke negara baru selain Indonesia. Saya juga mengenal lebih dalam mengenai negara-negara Asia yang banyak sekali budaya dan tradisi juga perkembangannya. Tampilan kota Trivandrum juga sangat berbeda, kota lama yang ramai. Bunyi klakson di mana- mana juga bus bus seperti miniarta. Kami seperti pergi ke beberapa tahun lalu. Bapak-bapak memakai kain, berbeda dengan di kampung halaman, kain panjang tetapi ini kain pendek-pendek sepaha. Untuk wanita sudah jelas dengan kain sari. 

Nah bagian terkaget nya adalah ketika kami ke desa yang sudah jauh sekali dari kota. Melewati hutan dan desa-desa lainnya namun di setiap desa yang kami lewati selalu ada lembaga kursus bersertifikat seperti TOEIC atau TOEFL dan ketrampilan ketrampilan lainnya. Tidak heran banyak pekerja-pekerja terampil dari India yang bekerja di luar negri dan bersertifikat. Punya modal skill welding misalnya atau Inggri. Ketika di rumah yang kami tinggali, ada satu keluarga dengan beberapa anak. Mereka sedang berlibur dari Australia karena mereka bekerja bertahun-tahun dan pulang berkunjung melihat orang tuanya. Saudara lainnya ada di Singapura. 

Di berbagai tempat yang kami kunjungi  di kota seperti pasar tradisional dan cagar budaya. Tentu saja sangat menarik. Klasik dan kaya cerita dan pesan moral. Di jalanan yang ada rumah-rumah dan toko ada sesajen dan bunga-bunga seperti di Bali tapi lebih ramai dengan wewangian.

Perjalanan beberapa hari tersebut sangat berkesan dan menarik. Belum lagi berbagi kisah dengan teman-teman dari negara Asia lainnya yang seru. Seperti Eun Jun dari Korea yang belum pernah makan nangka dan buah tropis lainnya juga cewek China yang tidak pakai Facebook karena diblokir di negaranya ketika itu. 


*Foto-fotonya ditambahkan nanti ya karena malas cari nya di Facebook. 

# Menulis30hari



Mahasiswa terus berjuang

​Beberapa waktu ini, Indonesia semakin tidak aman dan kekhawatiran bahwa media dibungkam jelas sudah kelihatan. Padahal ada demo besar mahasiswa tapi tidak tersiarkan di televisi nasional. Di demo sebelumnya masih ada kompas tv namun sekarang sepertinya kompas juga kemungkinan sudah diancam sehingga tidak bersuara. 

Berita dari media sosial pun juga dibuat sedemikian rupa sulit muncul di timeline. Baru setelah beberapa jam kemudian muncul. Jadilah jari ini repost-repost untuk bantu menaikkan views. Negara sedang tidak baik-baik saja dan semua harus tahu.Alih-alih mendukung beberapa teori bahwa stabilitas nasional akan kacau. Sio mama, ini sudah kacau sejak awal. Teman-teman mahasiswa semoga kerja-kerja aktivisme tetap menyala dan jauh dari potensi kriminalitas mereka yang punya kuasa. Saya sebagai kaum buruh hanya bisa mendukung dengan membantu postingan naik. Tidak ada usaha yang sia-sia. Gerakan-gerakan kecil dan terus menerus, pasti akan ketemu titik terang. Ketika suara-suara di DPR bukan lagi suara rakyat, suara mahasiswa menjadi pengharapan. Perpanjangan suara rakyat. Tetap hati-hati berjuang, demo sesuai prosedur dan saling jaga karena gampang sekali ada penyusup. 

Dulu pas Ospek kampus ingat ada latihan demo dan kakak-kakak tingkat teriak-teriak saling jaga temannya. Awas ada penyusup. Ternyata beralasan karena takut jadi pemicu alur demo yang brutal, jauh dari demo aman dan terdidik. 

Akhir kata, terus semangat dan terima kasih sudah berjuang adik-adik mahasiswa. Kalian keren❤️❤️❤️Jauhkan adik-adik kami dari kriminalisasi karena kami hanya mau bersuara minta keadilan. 

S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sid...