Sekitar 12 tahun lalu saya berkunjung ke India. Saya dan beberapa teman Komjak mendapat undangan untuk aktif menghadiri pertemuan beberapa komunitas atau organisasi dan individu membahas permasalahan sehari-hari yang kami temui. Masing-masing menceritakan mengenai negaranya sendiri dalam topik- topik tertentu. Beberapa hari ini foto-foto kegiatan tersebut muncul di halaman facebook. Saya terkenang akan pertemuan- pertemuan kami di Trivandrum, India.
Sehari harinya kami di kelas berproses bersama, mendapatkan sharing dari Paul dan ka Felicia sebagai tuan rumah acara. Ada Ana juga dan Pak Roni sebagai asli orang India dan timnya yang membantu acara tersebut. Lalu kami berkunjung ke suatu desa dan menginap, mengikut acara bersama yang diadakan orang-orang desa menyambut kunjungan kami.
Secara personal kunjungan ini sangat berkesan bagi saya. Pertama kali mengurus paspor, membuat visa dan pergi ke negara baru selain Indonesia. Saya juga mengenal lebih dalam mengenai negara-negara Asia yang banyak sekali budaya dan tradisi juga perkembangannya. Tampilan kota Trivandrum juga sangat berbeda, kota lama yang ramai. Bunyi klakson di mana- mana juga bus bus seperti miniarta. Kami seperti pergi ke beberapa tahun lalu. Bapak-bapak memakai kain, berbeda dengan di kampung halaman, kain panjang tetapi ini kain pendek-pendek sepaha. Untuk wanita sudah jelas dengan kain sari.
Nah bagian terkaget nya adalah ketika kami ke desa yang sudah jauh sekali dari kota. Melewati hutan dan desa-desa lainnya namun di setiap desa yang kami lewati selalu ada lembaga kursus bersertifikat seperti TOEIC atau TOEFL dan ketrampilan ketrampilan lainnya. Tidak heran banyak pekerja-pekerja terampil dari India yang bekerja di luar negri dan bersertifikat. Punya modal skill welding misalnya atau Inggri. Ketika di rumah yang kami tinggali, ada satu keluarga dengan beberapa anak. Mereka sedang berlibur dari Australia karena mereka bekerja bertahun-tahun dan pulang berkunjung melihat orang tuanya. Saudara lainnya ada di Singapura.
Di berbagai tempat yang kami kunjungi di kota seperti pasar tradisional dan cagar budaya. Tentu saja sangat menarik. Klasik dan kaya cerita dan pesan moral. Di jalanan yang ada rumah-rumah dan toko ada sesajen dan bunga-bunga seperti di Bali tapi lebih ramai dengan wewangian.
Perjalanan beberapa hari tersebut sangat berkesan dan menarik. Belum lagi berbagi kisah dengan teman-teman dari negara Asia lainnya yang seru. Seperti Eun Jun dari Korea yang belum pernah makan nangka dan buah tropis lainnya juga cewek China yang tidak pakai Facebook karena diblokir di negaranya ketika itu.
*Foto-fotonya ditambahkan nanti ya karena malas cari nya di Facebook.
# Menulis30hari
No comments:
Post a Comment