Tentang Blog

Tuesday, February 10, 2015

Lika Liku Mencari Beasiswa S2 & Universitas

Saya mendapatkan beasiswa LPDP di 2014 lalu. Waktunya pas sekali ketika saya putus kontrak dengan kerjaan di Hivos selama kira-kira 7 bulan. 
Waktu itu bahkan saya belum ada kepastian diterima beasiswa. Dengan surat rekomendasi dari mbak Sitha, project manager saya waktu itu, saya bisa mendapatkan beasiswa. Saya sempat juga izin cuti untuk wawancara di kantor LPDP Jakarta.
Sempat saya juga apply-apply kerjaan baru di beberapa NGO karena hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Untunglah sebelum kontrak berakhir saya dapat informasi bahwa saya lulus beasiswa. 
Puji Tuhan. 

Kosan saya di Kemang saya tinggalkan karena dapat pelatihan bahasa Inggris di Yogyakarta di awal 2015. Berkumpul dengan beberapa teman yang mayoritasnya dari Aceh. Beberapa kali kami makan bersama karena makanan orang Aceh hampir mirip-mirip soal pedasnya. 
Pada waktu itu saya kepikirannya ambil sekolah lagi di Bandung di ITB. Sebenarnya keputusan itu tiba-tiba saja muncul ketika saya dalam proses wawancara. 

😎:" Kamu mau kuliah di mana? " 
😌: (gugup) " eh saya mau di universitas South Carolina. Chemistry " Jawabnya gugup dan agak terbata- bata begitu
😎: " Saya ga yakin kamu bisa. Dari kamu jawab Chemistry aja ga bener" Ya Allah lemes dong ya, dibilang begitu, Langsung diulti kamu pindah saja di Indonesia ya. UI atau ITB. 

....Emang mental ditempa sekali sih kalau tidak siap. Lanjut pertanyaan lain seputar rencana kehidupan. 
😌:  "Kalau cadangan di ITB pak boleh. "

Padahal waktu itu saya sempat apply ke Australia juga tapi belum ada hasilnya karena masih menunggu. Saya ternyata keterima di Universitas Wolongong di Mei 2015. Saya daftar melalui website. Namun sudah terlalu terlambat untuk belajar IELTS , karena waktu itu saya fokus di TOEFL dan tes TPA Bappenas. Teman saya waktu itu ada yang pindah dari ITB dan memilih politeknik Italia. 

Tips untuk teman-teman bisa berhubungan dengan agen sehingga lebih dimudahkan urusannya dan jadi lebih PD untuk daftar. 


Di tahap kelulusan tahun 2014 munculah namaku dan universitasnya di ITB. Memang rencana Tuhan baik, ga kesampaian kuliah jauh tapi di ITB dan dapat network kerjaan setelah itu. Cita-cita jadi dosen tetap, dan syukurlah bisa  tetap di NGO karena saya harus membantu adik saya bulanan dan kuliahnya serta kebutuhannya yang lain.  Gas  tetap kerja di yayasan karena bisa #wfa. 


Monday, March 30, 2009

Pada Awalnya

 Hari keduaku di tempat yang asing. Aku diperkenalkan dengan kunci kamar ku yang baru. Tanpa protes dan komentar yang berarti aku pun berjalan mengikuti mas-mas cleniang service yang menawarkan jasanya untuk mengantarku ke kamar F2413 sambil menarik koperku yang lumayan berisi.


Kupandangi sekitar, wajah-wajah asing yang sibuk dengan urusannya. Ada banyak keluarga mengantar anaknya, mereka sibuk mengurusi keperluan sang anak sedang sang anak sendiri sedang mengantri menunggu giliran. aku??!1 bersama seeorang paman dan beberapa kenalannya yang mengantarku juga. Tak begitu dekat, hingga aku tetap saja merasa sendiri., di tengah segala kecupuanku. Sepanjang jalan menuju kamar ada taman-taman kecil yang begitu indah dan rapi. Memasuki gedung F2,aku agak keheranan, maklumlah..Ternyata banyak kamar di sana dan aku tak menyadari aku di antar di koridor paling tinggi di gedung itu. Lantai 4.Yang manakah kamarku, aku bahkan belum bisa mengartikan F2413. Ternyata kamarku di gedung f2 lantai 4 nomor 13. Kamar yang sekarang ini agak susah kutinggalkan padahal sudah waktunya aku pergi. Malam itu, aku sendirian di kamarku. Takut keluar, takut deh pokoknya. Tidur sendiri di kamar yang belum ada apa-apa itu, hanya sebuah tempat tidur, lemari dan meja belajar.

Aku sendiri. Aku belum mengenal siapa-siapa di sini padahal di tempat pendaftaran tadi aku lumayan berkenalan dengan teman baru.Namun karena begitu banyaknya, aku bahkan tak ingat satu pun. Semunya dari daerah yang berbeda di Indonesia. Ada yang dari Jawa,Bali,Sumatra dan Kalimantan. Beruntunglah aku, ada kakak tingkatku yang akhirnya dartang menghampiriku dan bilang semuanya baik-baik saja. Tak perlu ada yang ditakutkan. Rani Nainggolan, seorang mahasiswi Psikologi 06. Dia mengajariku banyak hal sebagai anak asrama. Kamar ka Rani menjadi kamar keduaku saking seringnya aku makan bareng dan ngobrol dengan dirinya.

Di asrama juga, aku diperkenalkan dengan suku Batak yang agak membuatku sedikit terkejut karena sebelumnya aku belum pernah kenal dengan yang namanya orang Batak. Kalau Jaawa atau Padang sudah pernah kukenal. ternyata aku nantinya juga disangka sebagai orang Batak, saking seringnya aku bersama cewek-cewek Batak yang cantik-cantik,hehe..dan aku pun terpengaruh sama logatnya

S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sid...