Tentang Blog

Saturday, March 17, 2018

Tabah Sampe Akhir (Perjalananan Bandung- Bali)

 



*Catatan perjalanan setahun lalu setelah bertesis ria. Beberapa detail dalam perjalanan ini tidak diceritakan karena sayang sekali, lupa!

Ignore me! Cukup fokus sama tagline Tabah sampai akhir di pintu masuk Monumen Kapal Selam Surabaya. Jadi ini seperti menandai akhirnya perjuangan tim tesis season 2 TL ITB dan horayy penanda fase liburan telah tiba. Meski sebenarnya adalah masa perjuangan kehidupan ini dimulai.

Ok bersenang dahulu. Untuk mencapai edisi liburan Bali ini juga susah sebenarnya. Wacana forever? Untunglah dapat diskonan besar-besaran tiket kereta  Surabaya- Bali mejelang  peringatan kemerdekaan RI  pada  tanggal 17 Agustus. Bahkan tiket pulang belum dipesan karena gajian part timer belum dapat. Yuk, jadikan saja.

Jai saya & Tiwi menyusul Surya ke Bali. Tiwi dan Surya adalah teman baik senasib sepenanggungan di bawah bimbingan dosen yang sama. Jadi si Surya bersedia menampung saya dan Tiwi bermalam di rumahnya lalu pastinya menjadi guide selama di Baliiii. What a cool friend  he is!

Jadi kita berangkat malam dari Bandung dan sampai di stasiun Gubeng pagi hari, sekitar jam 7 pagi. Bus yang  akan kami tumpangi menuju Bali berangkat sore hari. Jadinya kami berkesempatan jalan-jalan mengitari kota Surabaya. Well, pertama kami menuju Monumen Kapal Selam sambil tentu saja membawa tas ransel  di pundak masing-masing.  Tentu saja, museum masih tutup namun kami dipersilakan untuk menunggu depan gerbang. Pak penjaga berbaik hati, membawakan kursi lalu kami bercerita panjang lebar, mengenai Surabaya yang pagi-pagi sudah panas, Bandung yang dingin juga asal daerah kami masing-masing. Tiwi dari Bangka dan saya sendiri dari Flores.
Blue Lagoon Bali

Sunset di Blue Lagoon
Pantai Melasti

Monumen Kapal Selam

Cool outfit! Sekitaran Stasiun Gubeng

Lupa ini di mana, salah satu tempat makan yang ada tamannya di sekitaran Bedugul
1/2 hari di Surabaya kami habiskan di museum Sampoerna yang gratis masuknya. Oh ya sebelumnya kami menumpang mandi di toilet Monumen Kapal Selam. Sore hari kami menuju pool bus menuju Bali.  Sebelum menyebrang kami makan malam di salah satu rumah makan dan kemudian melanjutkan perjalananan sampai  Bali.


Saturday, February 17, 2018

Passpor Expire?

 Paspor yang saya bikin di tahun 2014 itu sudah akan habis masa berlakunya di bulan Maret 2019.  Untuk itu, karena kebutuhan  pekerjaan (just in case :P am asked to go abroad, #ngarep. I havent been in 4 season countries, btw, one of my dream is to be there. Amen) maka saya memperbaruinya kembali.



Awalnya paspor saya dibuat oleh pihak ketiga karena saya tidak punya waktu untuk mengurus sendiri. Aw, mahal tentu saja. Ada dua alasan penting mengapa saya tidak mengurus sendiri padahal sangat mudah dan murah. Pertama dokumen saya tidak lengkap, kurang kartu keluarga asli (adanya fc) dan ada salah penulisan tangga lahir di KTP saya dan saya tidak bisa ke kantor capil di kampung. Jadi saya tahu beres saja lah kalau sama calo. Kedua, jatah cuti semakin singkat kalau bolos ke imigrasi. Sudah hilang 1/2 hari untuk wawancara. Belum cuti berangkatnya. That was a really good time. Experiencing other cultures and countries for the first time.

Nah kali ini, saya ingin mengurus sendiri.  Datang ke kantor imigrasi dan mengikuti seluruh prosedur yang ada. Untuk itu pada postingan kali ini, saya aka berbagi mengenai  cara memperbarui masa berlaku paspor.

1. Pertama-tama tentu saja teman-teman harus selalu update aturan yang ada di imigrasi sebelum datang ke kantor imigrasi terdekat ya. Berikut liknya perpanjangan masa berlaku paspor
Singkatnya sih, bawa e-KTP dan paspor lama saja untuk perpanjangan masa berlaku paspor. Jangan lupa bawa copy halaman identitas paspor. 

Saya sedang di Kupang sehingga mengurus di Imigrasi Kupang di Penfui. Ketika datang diminta mengisi formulir dan menyerahkan fc paspor dan e-ktp serta paspor asli. Kemudian silahkan langsung mengantri. Pertama akan ada petugas yang akan mengecek berkas kita. Selanjutnya kalau berkas sudah OK,kita dipersilakan untuk menunggu wawancara. 

Pada saat wawancara, saya ditanya alasan memperpanjang paspor dan sedikit ditanya mengenai tujuan  ke negara yang saya kunjungi sebelumnya.

Setelah selesai wawacara saya diminta datang lagi keesokan harinya untuk mengambil struk pembayaran.  Padahal sebenarnya bisa langsung dikasih setelah wawancara. Entah sudah sore atau memang proses input datanya lama. Pembayaran  dilakukan melalui teller bank. Saya membayar  di teller bank Mandiri. Pembayaran bisa langsung ke semua bank nasional.
2. Isi formulir permohonan perpanjangan dan tanda tangan di atas meterai. Jadi jangan lupa bawa materai. 
3. Jika ingin mengoleksi paspor lama, bisa mengisi formulir permohonan paspor lama pada saat pengambilan paspor baru. Jangan lupa bawa materai. Setelah menunggu sekitar 30 menit, pappor lama dikembalikan dengan stempel tidak berlaku dan halaman identitas paspor digunting.
4. Paspor dapat diambil setelah tiga hari kerja dengan menunjukan bukti pembayaran dari teller bank.

Wednesday, February 7, 2018

Happy Birthday Brother

 Oh what to say dear

World is cruel 
But you have to remember, not just for you.
All human beings
Just open your hurt heart, I know it's hard
Let the pain teaches you
It's worth a thousand millions
You are not alone
Let we hear the good news first
Your age has been added
And we thank God for that,
For always loving and caring you in His way, that we couldn't understand
We are grateful, dear

.

Tuesday, January 30, 2018

Super Blue Blood Moon

 Sambil menunggu kejadian hari ini yang termasuk luar biasa, mari mengisi blog dengan tulisan terakhir di bulan ini. Harus dirayakan dengan menulis. Wait, tapi bukan tentang gerhana bulan (blood moon)  yang bersamaan dengan bulan purnama (super moon) kedua (blue moon) bulan ini. Agak ribet ya bacanya. Namun yang pasti,  bersyukur,  bisa menyaksikan salah satu fenomena Super blue blood moon yang langka ini.

Lalu catatan sore ini ingin sedikit berbagi pandangan saya soal #RUKUHP tentang kriminalisasi perempuan, anak, kaum marginal dan masyarakat adat. Jadi akan ada undang-undang tentang perzinahan yang akan menghukum pelaku zina  dengan hukuman penjara. IMHO, undang-undang tentang ini sepertinya akan malah menimbulkan banyak kerugian karena ini ranah privat. Sensitif sekali kalau mengurusi soal hati, selangkangan, kepercayaan, dan gaji.

Banyak polisi moral, yang bisa seenaknya melapor, menggrebek dan belum lagi yang mengarak keliling desa.  Perempuan, bisa  disalahkan padahal korban yang bisa saja tidak tahu apa-apa. Lalu bagaimana nasib dan perasaan kaum keluarga korban, terutama ibu dan bapak. Bisa jadi keluarga dan sahabat kenalan saya atau malah bisa jadi saya bisa masuk penjara karena soal ini. Banyak kenalan yang saya kenal hamil di luar nikah dan mereka saling cinta, membesarkan anaknya dengan baik. Bisa barabe kalau terkena pasal ini karena mereka belum mendaftarkan pernikahannya. Bisa dipenjara. Lalu kemudian perempuan yang ditinggal laki-laki karena tidak siap nikah bisa juga dipenjara. Ya Tuhan, hati hancur, sudah susah urus anak, apa harus masuk penjara, lalu anak sama siapa?

Sekali lagi, kalau saya ya, urusan hati, selangkangan, kepercayaan dan gaji itu sensitif. Oh ya, kalau beda pendapat dan pandangan, tak mengapa.

Ayo dukung petisinya.

Friday, January 19, 2018

Happy New Year

Wish you a very blessed 2018 ahead.

You have been in the right track for years  and always will be.

No need to explain things to people who don't deserve your explanation.

Keep praying for this great great 2018.

#areminder
#reminder

My 2017 has been taught many things to me. A blessed year with the happyness and the pain becomes fruitful experiences and adventures of life. I thank everyone again for continous support and love for me and my family. Thank you LPDP for become a supportive scholarship for my two years journey as graduate student. Thank #WISE WASH in Southeast Asia for becoming a nice workplace for me.

Mengasah Kemampuan Menulis

 Seberapa bulan terakhir ini, saya kembali menulis laporan setelah laporan tesis saya selesai. Biasanya juga di tahun-tahun sebelumnya, hanya menulis laporan   hasil pratikum ilmu pasti yang kosakatanya seringkali itu-itu saja (2007-2010). Laporan kali ini cukup berbeda karena merupakan laporan penelitian sosial.  Saya cukup terkejut dengan kemampuan penulisan saya yang menurun. Saya masih cenderung melompat-lompat. Belum habis satu ide,  sudah berpindah ke ide lain lalu campur aduk. Tidak sistematis. Apalagi penggunaan kata sambung yang tanpa saya sadari sudah diulang beberapa kali. Benar disayangkan. Untunglah saya selalu sempatkan proses mengedit lalu bisa edit banyak sekali๐Ÿ˜‚.

Baiklah! Saya kemudian berkomitmen untuk kembali belajar menulis yang baik sebagai resolusi di 2018. Aktif kembali di blog dengan mengunggah kembali tulisan berbahasa Indonesia. Setelah sering posting berbahasa Inggris buat belajar, walau sampai sekarang masih begitu begitu saja kemampuan menulis Inggrisnya๐Ÿ˜…. Banyak salah sana sini tapi yang penting niat belajarnya, ye kan?

Saya juga harus kembali giat membaca. Banyak buku belum dihabiskan. Entahlah semakin menua, kemampuan baca menurun. Namun kalau tidak membaca, mana bisa engko bisa menulis nona e.
Begitulah.

Sebagai penutup tulisan ini, dan sebagai inspirasi saya untuk tetap menulis, ada satu orang yang baik, yang semangat menulisnya tiada kenal lelah. Meski beda genre, tapi almarhum mba Dev selalu semangat menulis novel, meski sedang hamil dan mengandung. Ya Tuhan, mba Dev, mengenang kamu sebagai almarhumah saja, sa pu hati teiris-iris. Sedih mbak. Sekali lagi, Rest in Peace mbak Devita, mamanya mas Deva. You have given your all force and I know mas Deva will always proud to have a mom like you. You'll be missed, mba Dev.

Tuesday, February 10, 2015

Lika Liku Mencari Beasiswa S2 & Universitas

Saya mendapatkan beasiswa LPDP di 2014 lalu. Waktunya pas sekali ketika saya putus kontrak dengan kerjaan di Hivos selama kira-kira 7 bulan. 
Waktu itu bahkan saya belum ada kepastian diterima beasiswa. Dengan surat rekomendasi dari mbak Sitha, project manager saya waktu itu, saya bisa mendapatkan beasiswa. Saya sempat juga izin cuti untuk wawancara di kantor LPDP Jakarta.
Sempat saya juga apply-apply kerjaan baru di beberapa NGO karena hidup ini penuh dengan ketidakpastian. Untunglah sebelum kontrak berakhir saya dapat informasi bahwa saya lulus beasiswa. 
Puji Tuhan. 

Kosan saya di Kemang saya tinggalkan karena dapat pelatihan bahasa Inggris di Yogyakarta di awal 2015. Berkumpul dengan beberapa teman yang mayoritasnya dari Aceh. Beberapa kali kami makan bersama karena makanan orang Aceh hampir mirip-mirip soal pedasnya. 
Pada waktu itu saya kepikirannya ambil sekolah lagi di Bandung di ITB. Sebenarnya keputusan itu tiba-tiba saja muncul ketika saya dalam proses wawancara. 

๐Ÿ˜Ž:" Kamu mau kuliah di mana? " 
๐Ÿ˜Œ: (gugup) " eh saya mau di universitas South Carolina. Chemistry " Jawabnya gugup dan agak terbata- bata begitu
๐Ÿ˜Ž: " Saya ga yakin kamu bisa. Dari kamu jawab Chemistry aja ga bener" Ya Allah lemes dong ya, dibilang begitu, Langsung diulti kamu pindah saja di Indonesia ya. UI atau ITB. 

....Emang mental ditempa sekali sih kalau tidak siap. Lanjut pertanyaan lain seputar rencana kehidupan. 
๐Ÿ˜Œ:  "Kalau cadangan di ITB pak boleh. "

Padahal waktu itu saya sempat apply ke Australia juga tapi belum ada hasilnya karena masih menunggu. Saya ternyata keterima di Universitas Wolongong di Mei 2015. Saya daftar melalui website. Namun sudah terlalu terlambat untuk belajar IELTS , karena waktu itu saya fokus di TOEFL dan tes TPA Bappenas. Teman saya waktu itu ada yang pindah dari ITB dan memilih politeknik Italia. 

Tips untuk teman-teman bisa berhubungan dengan agen sehingga lebih dimudahkan urusannya dan jadi lebih PD untuk daftar. 


Di tahap kelulusan tahun 2014 munculah namaku dan universitasnya di ITB. Memang rencana Tuhan baik, ga kesampaian kuliah jauh tapi di ITB dan dapat network kerjaan setelah itu. Cita-cita jadi dosen tetap, dan syukurlah bisa  tetap di NGO karena saya harus membantu adik saya bulanan dan kuliahnya serta kebutuhannya yang lain.  Gas  tetap kerja di yayasan karena bisa #wfa. 


S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sid...