Tentang Blog

Friday, July 9, 2021

Selamat Ulang Tahun Bapak!

  Tanggal 10 July lalu, bapak ulang tahun. Tidak ada perayaan atau makan enak. Tadinya saya berdua Wig berencana ke kampung, berkunjung dan membawa kue ulang tahun. Namun Wig harus ke kampung lebih awal karena mama sakit di kampung. 

Saya menelpon pagi-pagi dan memberi ucapan selamat. Bapak juga hampir lupa kalau ulang tahun. Semoga tahun depan kami merayakan dengan lebih baik. Kami memang tidak punya kebiasaan perayaan. Cuma menu makanan yang dikhususkan, ayam goreng atau bakar. 

Bapak yah orangnya begitu. Ceria. Suka bikin ramai, guyon biar tidak terlalu serius. Selalu percayakan apapun pilihan hidup ke anak. Kadang ingin dengar larang ini, larang itu tapi tidak. Asas bebas bertanggung jawab tetap dikasih. Berbicaranya lembut sekali. 

Pernah dimarahi? Pernah! Seram sekali orang yang jarang marah kalau sekalinya marah yah lebih menakutkan.  Saya senang bapak meskipun besar dalam lingkungan patriarki tetap memberi kesempatan kepada anak perempuan. Pekerjaan apa pun baik di dapur merupakan kerjaan semua anak, baik laki maupun perempuan. Mungkin karena dari dulu jadi anak tinggal, jadinya kebiasaan kerja itu selalu ada. Printilan tetapi membantu sekali. Saya senang fisik bapak masih kuat. Saya pikir ini karena beliau tidak punya ketrampilan bermotor sehingga selalu kuat jalan kaki. Panjang umur Bapaku. 

Hari ini Bapak memakamkan salah satu saudarinya, tanta Goo di kampung Daja. Bersyukur, bapak masih diberi kesehatan dan rejeki sehingga bisa menutup peti mati kakaknya. Selamat jalan tanta ine Go'o, anak-anak sudah berkoloni  dan membentuk keluarga besar. 

Banyak kematian akhir-akhir ini. Berduka cita mendalam untuk kepergian ibu dari adik Novi Azizah dan juga anak Marlin. Turut berduka sedalam-dalamnya untuk keluarga ka Pius Meo di kampung Tonggo. 

Wednesday, July 7, 2021

Writing Prompt: What you remember the most from your childhood?

  Answering question I guess is one way to keep me doing the productive writing. I felt stuck on what have to write so I checked on this list of questions

This one is interesting question, What I remember the most? It is the days I spent with my friends Arni and Eni when we were spending time, reading. Mostly all our conversations or activities related to the new magazines, books or comics. We spent time reading in Arni's house. Hideous way, at first, reading Arni's sister's magazine. It was Aneka Yess, sometimes Femina or Kartini. We sat in Arni's comfy sofa or sit at the edge of her bed. Sometimes new comics that we rent in rent store or borrow from other friends. We patiently took turn to read one by one. For comics, its quite fast, one sit and its finish. I miss those time and actually it was a good memory to be remembered. 

Besides that, we also had the habit every birthdays. The birthday girl would buy free meatball in our  favorite warung. Its quite unfair but well, the birthday girl got gifts. We were not quite fun in making event or had it big people around. It was just us but yeah we did in meaningful way. I forgot what kind of conversation that we had but we always have not enough time to gather and chat. 

Days when our exams just few months away were also nice to be remembered. Spent time wisely in group works from a friend house to another friend house. The important part was not the learning but the snack and cups of coffee or tea in every house we visit. It was good old days. We were young. Some friends were expressive. Its a mix. There always the chatty one, the nerd one and the playful one. Missing those days. Nowadays, my friends have their own families, kids and works. I hope their happy and healthy.

Sunday, July 4, 2021

Sad Feeling

  It is easy to feel sad recently and the fact that I know why I become sad. It is unusual feeling. New kind. I have never feel this kind of sad before.  The feeling of  disappointed has brought mixed feeling. I wonder whether the reason was accidentally.  I hope so. I feel bad for people if they intentionally to do so, so that they can sense and feel more about themselves. 

Adulting and growing includes bitterness and upset feeling. You always have the option to gracefully accept and move on the next chapter. Now you know!



Friday, July 2, 2021

Kelas Mingguan Ditiadakan

  Biasanya setiap Sabtu, adik saya, Wig akan mengantar saya ke Lego. Di sana sudah menunggu teman-teman muda untuk belajar bersama. Tidak terlalu serius, selalu kami usahakan ada game dan warm up yang menyenangkan. Sayang kali ini, kasus covid19 kembali meningkat. Kami harus mengikuti aturan dan ikut mencegah penularan dengan meniadakan kelas. Berarti ada rindu untuk pertemuan, pertanyaan, kelucuan, keisengan, kenakalan dan ada banyak tingkah laku teman-teman muda yang lucu-lucu.


Omong-omong mengenai materi di kelas. Kami masih terus belajar. Baik menyusun kurikulum juga belajar langsung ketika di kelas saja. Awalnya kami tidak melakukan pencatatan kegiatan. Memastikan ada yang dibawa pulang oleh adik-adik. Satu dua kosakata baru selain memenuhi permintaan game dari mereka. Nah ini salah, karena kami harus terus menulis dan memastikan semua kegiatan terefleksi dengan baik. Ada kekurangan di mana sehingga kemudian kami lebih perhatikan untuk pertemuan berikutnya. Kak Lidya Pone, salah satu relawan, sangat baik sekali. Dia menulis dengan detail pengalaman dan refleksi yang kemudian membantu kami menyusun materi. Energinya banyak sekali di kelas. Kalau saya lebih mempersiapkan materi dan printilan. 10 menit sepertinya bertahan. Tidak seperti dulu. Ya els, umur ya.


 
Kami dan sukarelawan bekerja sama menyusun kurikulum. Teman-teman sukarelawan tidak terbatas hanya di Nagekeo saja tetapi ada beberapa di tempat dan negara lain. Bersyukur ada mereka. Jadi bisa dibantu juga untuk evaluasi dan apa pun yang kami butuhkan untuk kelancaran kegiatan. Selanjutnya semoga semakin banyak kelas yang kami buka terutama di Danga.
Jadi postingan ini sebenarnya merindu. Tidak seperti Sabtu biasanya. Sedih juga sih.  Menyenangkan sekali belajar itu.


Wednesday, June 16, 2021

Dukung Guru Mendapatkan Rasa Aman

 Kabar buruk datang dari dunia pendidikan di Nagekeo pekan lalu. Seorang ibu kepala sekolah ditikam oleh orang tua murid. Kejadian naas tersebut terjadi di SDI Ndora, Kabupaten Nagekeo. Seorang orang tua murid di Desa Ulupulu 1 marah karena anaknya diminta pulang, tidak mengikuti ujian.Guru pergi meninggalkan catatan kelam, trauma dan pekerjaan rumah bagi  dunia pendidikan, pemerintah dan masyarakat. Tindakan orang tua ini merupakan tindakan kriminal yang harus ditindak tegas. Ada kelalaian sebagai orang tua dalam memenuhi kewajiban utama dalam mendukung pendidikan anak. Ada kejahatan moral besar dalam hidup bermasyarakat. 

Orang tua yang lalai dalam membayar uang komite, menjadikan guru tumbal dalam pelampiasan kekesalan. Tentu saja guru sudah berulang kali mengingatkan wali murid untuk membayar tepat waktu. Meskipun idealnya tidak perlu diingatkan, kewajiban, WAJIB.  Namun jika orang tua tidak menjadikan pendidikan sebagai prioritas dan tanggung jawab maka terjadilah penumpukan tunggakan keuangan dari waktu ke waktu. 

"Jang tau hanya kasih lahir saja. Lahir satu pun, ko su pikir dia pu dana dari bayi sampai kuliah." 

Jika ditelaah, kejadian ini berawal dari ketidakberesan dalam keluarga. Membangun keluarga adalah pekerjaan terus menerus, dari hari ke hari. Pandangan yang tepat mengenai berkeluarga, membina keluarga, melahirkan dan membesarkan anak. Prinsip hidup tanggung jawab ke anak harus benar menjadi dasar prinsip punya anak. Tidak asal lahir terus lepas. Guru pulangkan anak, lalu marah-marah sampai melakukan tindak kriminal. Satu catatan mengenai guru memulangkan anak pun harus dibahas sendiri, ditelaah lagi apakah sudah tepat. Bukan untuk merasionalkan tindakan kriminal, namun lebih kepada mempertimbangkan dampak psikologi untuk anak. Kebijakan yang sudah tepatkah? Apa tujuan dari tindakan tersebut untuk anak? Anak menjadi fokus dalam setiap pengambilan keputusan. 

Tatanan masyarakat saat ini harusnya lebih siap siaga. Masyarakat selain berlomba dengan perkembangan teknologi yang memengaruhi anak, namun juga memastikan relasi yang harmonis antara guru dan orang tua murid. Ini terkait moral, terkait individu terlepas dari latar belakang pendidikan, gelat, profesi dan pangkat. Saling menghargai dan menghormati. Moral mengatur interaksi manusia dengan manusia lainnya yang sesuai norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Ketiadaan moral dalam sekejab merusak tatanan bermasyarakat. Solusi? Seruan terus menerus dari pemimpin masyarakat, pihak-pihak berwajib, pemimpin rohani, tokoh masyarakat dan adat juga perilaku pembelajar individu. Manusia yang selalu belajar, berefleksi dan punya prinsip belajar seumur hidup. Ini perlu skill khusus karena hanya diharapkan dari kesadaran individu. Bukan paksaan. Di mana ketrampilan ini  dilatih? di sekolah, di dunia pendidikan yang berfokus pada perubahan pola pikir. Ini mungkin dibahas lain kali karena cakupannya luas sekali dan kompleks. 

Pekerjaan rumah pemerintah dan masyarakat serta lembaga terkait adalah upaya perlindungan terhadap guru. Sudah gaji kecil dan tanggung jawab besar masih harus kena teror. Ruang aman bagi guru menciptakan guru yang fokus pada tujuan pengajaran, memastikan anak punya kemampuan" learning". Psikologis guru dan anak  terganggu dengan kejadian-kejadian kriminal atau pertengkaran kecil di lingkungan sekolah. Trauma. Program pendampingan terhadap guru secara psikologis perlu dilakukan.  Di tengah penyesuaian-penyesuaian cara belajar baru, tuntutan kurikulum yang berat harus ditambah rasa tidak aman mengajar. 

Saya turut berduka atas meninggalnya ibu Delfina Azi, Kepala Sekolah SDI Ndora, catatan kelam untuk pendidikan Nagekeo. Rest in Peace, teacher! 

Danga, 17 Juni 2021 

Rosa Dee Panda 


Hirst, P. H. (1971). What is Teaching? Journal of Curriculum Studies, 3(1), 5–18. doi:10.1080/0022027710030102 

https://www.ahaparenting.com/parenting-tools/emotional-intelligence/happiness

https://blog.udemy.com/how-to-teach-kids/

https://www.britannica.com/science/pedagogy/General-objectives-of-teaching

Tuesday, June 15, 2021

Flowers

 


Flowers bloom everywhere 

even in the most dryness 

if only that you see as it is 

But it is what it is 

Pain, just survive and thrive to give birth

new leaf comes, old bloom leaves


What's the point of being?

It is the tear we shed 

during hard days 

or laugh at small things 

in the words of little children, 

in their giggles of funny jokes 

in your stare

in your act 

in your laugh

I find myself blooming 

Guru said, life is a mix 

Sometimes left you with pain

You should laugh at your vulnerability


Early in the morning 

Sound of birds & chickens,

Clock tickling, farmers out of the house

Bed is still warm, don't leave  

Can we be cats, till the sun hits, till we're  hungry

and life continues  

with the glasses  of coffee & tea, bills paid

page of writings, emails replied

failed applications, numerous opportunities 

list of good books, adventurous trips and 

stories in between

chatty

silly

fun

sad



Like a field 

Throwing ball at each other

Not trying to catch and save 

give and everything

then it will come to and end 


Flowers 

Be watered enough

Will be your beautiful forever



Sunday, June 13, 2021

Berbagi Cerita

 Organisasi tempat saya menjadi sukarelawan  (Yayasan Sao Mere- Solidaritas Anak, Orang Muda dan Perempuan) sedang melakukan program magang. Kami dari WISE pun berinisiatif untuk punya pertemuan rutin bersama teman-teman magang. Peserta magang kali ini berasal dari mahasiswa Politani dan teman-teman muda yang tergabung dalam program" Bridge Academy".

Agenda utama kegiatan adalah sesi sharing difasilitasi oleh kami dengan narasumber praktisi irigasi tetes, pak Kasianus Sebho. Kami mengundang teman, Hiro, pemilik Nea Coffee untuk bercerita mengenai usaha cafe miliknya. Harapannya teman-teman muda bisa ikut sharing dan berbagi pengalaman usaha masing-masing. 



Kamis malam kami semua berkumpul di Sao Agro (pondok kebun milik Bupati Nagekeo yang dikelola oleh yayasan). Sesi berbagi cerita dibuka oleh ka Yuven dan pak Kasih lalu kami dari WISE diminta  memperkenalkan diri. Saya kira kami hanya memperkenalkan diri secara umum mengenai organisasi dan kerja kami namun juga secara personal. Harapannya dapat memberi motivasi pada teman-teman mahasiswa.  

Saya pribadi bersyukur untuk ada di kesempatan tersebut karena beberapa peserta aktif menceritakan pengalaman hidup terutama dalam membuka dan menjalankan usaha. Ada pemuda dari Waikokak yang bercerita setelah kuliah di Malang, dia mencari pengalaman bekerja di beberapa tempat, serabutan, di Surabaya, Jakarta lalu kemudian dia memutuskan pulang. Satu hal yang menjadi pegangan hidupnya, yang saya suka untuk ingat kira-kira begini, "kita dari SD sampai kuliah diatur-atur hidup. Nah saya memilih untuk wiraswasta biar tidak diatur-atur lagi" Lalu ada teman yang share soal jatuh bangun buka usaha dari awal, beternak, berdagang kemudian memutuskan untuk mencoba menjadi petani. Namun tetap berusaha maju dan mencoba terus sampai merasa cukup puas. 

Tantangan yang dihadapi pun banyak. Mulai dari respon keluarga dekat yang kurang setuju karena keluar dari zona nyaman. Juga lingkungan yang mempertanyakan kenapa bekerja kebun padahal sudah kuliah-kuliah jauh-jauh. Lalu bagaimana bertahan dan juga mencari lingkungan yang support ide dan usaha-usaha baru tanpa judge namun mendengar dan mencari solusi bersama-sama. 

Hiro dari Nea Coffee juga bercerita bagaimana awal Nea berdiri dan mendapatkan modal serta mendapat inspirasi baik dari membaca maupun duduk berdiskusi. Lalu berbagi juga tentang bagaimana mendapatkan modal usaha. Baik presentasi dari keluarga maupun menyisihkan pendapatan bulanan untuk buka usaha. 

Terakhir, pak Kasih menyampaikan ke teman-teman magang bahwa pendapatan dapat diatur sedemikian rupa per bulan. Mungkin selama ini ada banyak pandangan negatif dan kesulitan yang dihadapi ketika menjadi petani tradisional. Satu dua bulan pertama memang tahun-tahun berat karena mengatur bedeng dan pembibitan. Namun kemudian akan menghasilkan, dengan semangat disiplin bangun pagi-pagi langsung ke kantor aka kebun. 

Secara personal, sesi ini juga memberi insight pada saya pribadi untuk lebih semangat berbagi motivasi dan mungkin kisah hidup saya juga dapat memberi inspirasi kepada kaum muda. 

S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sid...