Tentang Blog

Saturday, January 3, 2026

Tiba-tiba Dermatitis Perioral & Orbital

​Seminggu sebelum Natal, saya tetiba terkena dermatitis di sekitar mulut dan mata. Hari pertama wajah dan mata saya terasa panas dan gatal lalu timbul bintik-bintik putih di sekitar mulut dan kelopak mata. 

Saya mencari tahu di internet dan halo doc, ada kemungkinan terkena dermatitis karena saya merasakan perbedaan dengan jerawat biasanya. Keesokan harinya ternyata saya mengalami pembengkakan di area mata karena ada bintik-bintik tersebut. Kelopak mata membengkak dan bikin sipit mata. Bintik-bintik di pelipis mata itu pecah tetapi belum sempurna, hingga saya biarkan saja. 

Saya ke dokter untuk minta obat dan diskusi penyebab. Kata dokternya mungkin alergi dan penggunaan kosmetik yang salah dan tidak cocok dengan kulit. Saya disarankan untuk memperhatikan diet. Saya sebenarnya tidak punya riwayat alergi dan di minggu itu tidak sedang makan makanan tertentu. Untuk penggunaan kosmetik, saya termasuk jarang karena lebih ke pembersih dan pelembap dan sun screen. 

Saya berusaha terus mengingat apakah pernah mengalami kejadian serupa tapi itu baru saya sadar di hari ketiga. Pada saat itu kulit saya menjadi kering dan mengelupas pada bagian yang timbul kumpulan bintik. Beberapa waktu lalu saya juga sempat mengalami pengelupasan di tangan dan di wajah yang tidak saya sadari. Untuk area mata yang baru pertama kali. 

Saya pikir saya akan mengalami hal yang sama kembali di suatu masa di masa depan tetapi lebih siap dan tenang. Minum antibiotik, hindari penggunaan bedak tapi lebih ke pelembab. 

Nah hari ini saya membaca di thread dan banyak sekali yang share soal mereka tetiba terkena dermatitis juga. Banyak yang kebingungan karena tidak punya riwayat alergi atau penggunaan skincare yang keras. Ternyata salah satu pemicunya adalah stress dan hormon. Saya jadi tidak bingung lagi mencari tahu penyebab dermatitis yang tiba-tiba itu. 

Semoga selalu sehat ya kita semua, jauh-jauh dari stress dan semakin bersinar. 


Friday, January 2, 2026

Cinta Ayah Ibu

Baiklah kita mulai kembali tantangan 30 hari bercerita di satu bulan pertama tahun yang baru. 


Kali ini cerita apa ya. Mungkin kejadian yang baru saja terjadi. Jadi ternyata baik adanya suami pasti membela istrinya daripada anaknya. Saya sedikit curhat ke Bapak soal salah satu kebiasaan mama saya. Alih-alih didengar, bapa tua langsung bela mama😅It’s kinda sad for me but sweet knowing the love of my father to my mother. 


Saya juga sempat menonton salah satu video influencer. Anaknya (6th) mencubit ibunya atau pukul-pukul kecil ibunya sambil marah-marah, lalu bapaknya mendisiplinkan anaknya. Bapaknya bilang, selama aku hidup aku akan terus melindungi istriku. Kalau kamu cari masalah dengan ibu, kamu cari masalah denganku. Kira-kira begitu. 


Di usia dewasa tua,  beberapa hubungan ayah dengan anak perempuan sudah semakin berkurang. Apalagi kalau tinggalnya jauh. Tidak lagi seperti ketika usia anak atau remaja yang mana kemauan anak diikuti. Teringat dulu-dulu Bapak selalu menuruti keinginan. Namun sampai sekarang masih tetap, dipanggil makan, diomelin kalau makannya terlambat, dibawakan buah sampai ke kamar, selalu simpan mangga untuk anaknya.  


Hubungan suami istri itu komitmen seumur hidup ya. Saling jaga, saling bela. Semoga banyak para suami yang melindungi dan menjaga istrinya juga anaknya. 

Wednesday, September 4, 2024

Membahagiakan Anak-anak

Dalam dua bulan ini karena lagi musim tahun ajaran baru, saya  menyisihkan rejeki untuk belanja-belanja pernak pernik lucu, semacam buku diary atau notes atau kotak pensil, pensil warna, dan juga mainan untuk ponakan umur 2 tahun. 

Rasanya senang. Memuaskan hasrat masa kecil, jarang-jarang beli barang-barang lucu dan diinginkan waktu kecil. Jadi pas beli barang, untuk mainan umur dua tahun malah yang dibeli tuh dengan kemauan diri sendiri. Banyak pilihan jadi sibuk cari-cari. 
Saya kepengen beli mainan masak-masakan. Ah pas, masih ada satu ponakan saya yang belum saya berikan hadiah.

Sebenarnya rasanya senang bisa bikin anak-anak senang. Bahagia mereka tertular ke kita. Berkali-kali saya tanya, Yuni senang? Tasya senang? Atau Seril senang? 
Saya sadar mereka juga harus banyak ada kenangan dengan orang terdekat selain orang tua. Saya dulu senang jika diperhatikan oleh orang-orang lain selain orang tua. Syukurlah saya bisa bikin hati mereka senang dan punya kenangan masa kecil yang baik dan menyenangkan. 

Semoga mereka juga mendoakan saya dalam hati,  selalu ada rejeki dan sehat selalu. 


Wednesday, March 6, 2024

Menikah

"Bemana, kapan nikah? "
"Eh, tidak jelas", lalu overthinking

Topik mengenai pernikahan nyatanya tahun menjadi salah satu fokus pribadi. Saya pikir saya akan merasa tidak perlu dibahas. Makin ke sini makin ke sana, saya selalu dihadapkan dengan pertanyaan mengenai jodoh dan menikah. 

Topik yang menyenangkan tentu saja untuk dibahas. Bagi mereka yang punya pasangan atau berpacaran, pertanyaan tadi tentu saja diambil positif lebih ke arah mendoakan pasangan untuk segera menikah. Tidak baik katanya menurut lingkungan sosial untuk tidak menikah, sebaiknya segera menikah. Juga menghindari dosa dalam anjuran agama. Lalu bagaimana jika pertanyaan itu ditujukan untuk mereka yang sedang sendiri. Tidak sedang dalam hubungan apa pun dan mungkin belum berpikiran untuk menikah.

Secara pribadi, saya sama sekali tidak terganggu ketika di umur-umur sebelum umur sekarang ini. Jangan tanya ya umur berapa. Dulu ketika di Jawa, banyak yang mulai mencemaskan soal pernikahan mulai di umur 20+. Ketika saya di tinggal di sana pun, saya tidak merasa perlu untuk mengkhawatirkan tentang pernikahan atau tidak punya pasangan. Saya sibuk sekolah atau mencari kesibukan dengan komunitas sehingga tidak kepikiran sama sekali. Ada baik dan ada buruknya juga.

Bertemu orang yang tepat pun tidak berlangsung instan. Mengobrol dalam beberapa waktu namun tidak sejalan lalu putus komunikasi. Mulai dari mencari kesepahaman dalam satu topik, mencari kesamaan-kesamaan lalu obrolan sehari-hari. Apa yang membuatnya bersemangat, apa rencana hidupnya, apa nilai-nilai yang dia pegang lalu bagaimana dia membagi waktu dan konsep-konsep hidup lainnya, seperti apa itu sukses dan kaya menurutnya, bagaimana dia memperlakukan orang lain. Apa yang dia lakukan dalam situasi tertekan lalu bagaimana reaksinya jika bertemu orang yang kasar atau tidak sejalan. Sebelum ke hal-hal lebih dalam lainnya ke soal apakah mau punya anak, dan bagaimana peran ideal dalam rumah tangga. Oh tentu saja, kalau saya berikan cek ini ke saudara laki-laki saya langsung bisa kena komentar. Selow! 

Tidak sesederhana kelamaan sendiri, umur semakin bertambah dan ada yang mau yah ayo. Perlu pertimbangan. 
Saya pernah mendapat komentar bahwa banyak laki-laki di luaran sana. Jangan takut yang penting tidak pilih-pilih. Harus lebih membuka diri dan mau berkenalan dengan orang lain. Semua pasti bisa diatur kalau sudah menikah, yang penting ada yang mau. Saya sedikit bergidik, kemesraan fisik hanya beberapa waktu lalu seterusnya diisi dengan komunikasi rutin, bahas ini bahas itu. Tidak sebatas isi pulsa listrik, isi ulang galon, uang belanja. 

Komunikasi menjadi poin penting karena hidup isinya menyampaikan sesuatu. Secara terus menerus berkomitmen berbicara hal-hal kecil, besar, sensitif dan umum. 
Duh menulis ini, di tengah kesendirian dan umur yang semakin bertambah. Bisa dibayangkan ada dahi yang mengernyit dan ocehan, ah jodoh jauh ini. Namun berniat baiklah juga positif saja. Semoga didekatkan dengan yang baik. 

Pernah bertemu beberapa tapi tidak sejalan atau berhenti di tengah jalan. Lalu ada yang disukai tetapi juga ternyata tidak berjodoh, juga yang bertepuk sebelah tangan atau beda ini itu. Benar adanya katanya jodoh, kematian dan kelahiran sudah diatur. Tidak kita sangka kapan dan dengan siapa. 
Namun meskipun umur sudah menjadi batasan, semoga nilai-nilai dijaga, tetap mencari sesuai prinsip dan intinya komitmen sayang sepanjang hayat.

Memang kadang terpikirkan dan ada perasaan perasaan yang mewarnai. Awalnya saya berusaha menampik namun saya pikir manusiawi. Menerima perasaan-perasaan dan melakukan validasi perlu juga agar bisa beranjak dan tahu apa yang harus dilakukan. 
Untuk tidak larut lalu menyiksa diri. 

Sibuklah dengan hal-hal baik sehingga pikiran teralihkan. Begitulah nasihat ke diri sendiri. Komentar soal tidak ada yang mau, atau yang tidak menikah tidak lebih mulia dari yang punya anak atau bagaimana pendapat dan kerja perempuan single tidak dianggap. Abaikan karena cerminan diri tergantung pribadi. 

Jadi kalau ada yang tanya, 
"Bemana, kapan nikah? "
"Do'akan saja yang terbaik"
Begitu. 





Tuesday, March 5, 2024

Tangan ibu di ubun ubun

Kami bukan asing, tapi dekat. Ibu dan anak. 
Kami jarang berpelukan, tapi kami bercerita. Ibu tahu siapa yang saya suka, siapa yang bikin sakit hati atau siapa yang sekiranya cocok dengan saya. Namun kami jarang bermanis-manis ria. 

Kami jarang mengucapkan selamat tapi kami saling memberi. 
Di umur yang sudah dewasa masih dibelikan  rok, baju kemeja, ikat rambut atau jepit rambut. Meskipun biasanya yang saya butuh printilan ikat rambut dan jepitan. Baju dan rok, ah itu perasaan ibu, "Ah si Rosa pakai itu-itu saja"
Lagian anaknya juga jarang berkemeja lebih suka kaos. 

Kami jarang swafoto bersama tapi kami saling merindu. 
Dulu waktu kecil suka malas dan menolak untuk dipijat kepala dan rambutnya dengan santan kelapa. Berminyak. 
Lalu ketika dewasa, belaian ibu saat menyisir rambut lalu menggosoknya dengan minyak kelapa adalah rutinitas bulanan yang dinanti. 
Tangan lembut ibu yang hangat di ubun-ubun
Santan kelapa yang dingin di tengah panasnya Mbay. 

Wednesday, December 27, 2023

Cerita singkat 2023

I love writing
Ah I see you have a blog
You read that? 
No, you wrote in 🇮🇩Indonesian. I don't understand
...
 
Akhirnya hari ini saya mengecek blog. Melihat berapa banyak tulisan yang saya tuliskan di tahun ini. Setelah update zakir z z vision board (visualisasi cita- cita di 2024) di Pinterest, salah satu gambar yang saya masukan adalah mengenai list tulisan untuk blog pribadi.
Kapan-kapan kita tuliskan mengenai vision board ya, apakah kalian punya juga dan jika punya bisa share ya. 

Semoga di 2024 nanti konsisten menulis.  
Aduh cek punya cek! Sudah masuk 2024 dan tidak ada satu pun tulisan di 2023.
Voila mari kita tuliskan. 2024 tingal beberapa hari lagi.  Siapa yang00p00pp exciteppp0ppppd00ppppp menyambut tahun baru. Semua kita ya. Semoga ada banyak refleksi dan kegiatan-kegiatan baru yang kita bisa jadikan list. Bisa mulai dari hal sederhana. Saya misalnya, bisa mulai dengan menulis. 

Di 2023 ini banyak hal yang disyukuri. Kalau dipikir-pikir banyak berkat dan pelajaran hidup berharga. Juga bagaimana caranya bisa lebih baik dari tahun kemarin. 

Saya mau coba highlight untuk kegiatan per bulan supaya bisa diceritakan di kemudian hari. Apa saja yang dilakukan di bulan-bulan kemarin? 
1. Januari: Ikut #30haribercerita. Lumayan sampai ke hari 21.
2. Februari: Bikin kegiatan mendongeng di panti asuhan Boanio bersama teman bidara 
3.Maret: Kolaborasi bikin kegiatan dengan teman-teman Ngegedhawe
3. April: Ikut Diah dan pak Ruly ke Larantuka. Seru sekali lewat jalan Mbay Maumere hujan-hujan. Ketika pulang, kami menunggu kira- kira satu jam tumpangan lewat untuk menyebrang sungai yang kebanjiran dan airnya cukup tinggi. Untung ada mobil pick up yang lewat. 
4. Mei: Urus-urus visa UK di VSF Global Bali. Puji Tuhan lancar jaya. Yang tidak lancar adalah bayar pakai debit. Kurang tau kenapa tidak bisa terbayarkan lalu minta tolong E di Jakarta pakai dia punya kartu kredit. Ckckckck. Untunglah cepat. 
5. Juli: Bali dengan alumni Inspirasi. Lalu perjalanan ke Oxford, tinggal di asrama yang ruang makannya seperti di film-film Harry Potter. Harus ada postingan khusus untuk jalan-jalan ke Oxford ini. 
6. September:  Ikut konferensi TBN Asia, kenal dengan banyak orang baru. Tinggal selama satu bulan di Bali bareng L dan Y. Menyenangkan sekali karena kami dapat rejeki tinggal dekat pantai Kuta. Jadi setiap sore pergi jalan liat sunset. Kadang juga morning walking. Kalau Y lari. Penginapannya juga ok karena ada tempat kerja walau internet kadang-kadang. 

7. Oktober: Ke Bangkok kira-kira 6 hari. Ketemu E, dulu pernah ketemu beliau di Harvard. Jadi senang sekali bisa reuni juga dengan teman-teman EI. Teman-teman kelompok kecil juga baik-baik dan pengalaman keren-keren sehingga bisa saling belajar banyak. 
8. Desember: Ke Bangkok lagi kira-kira 10 hari. Ada dua workshop. Ketemu teman-teman EI lagi juga hang out. 

Tahun ini dia kali ke Bangkok. Benar-benar tidak terduga. Kirain jalan cuma di 2022 saja ternyata ada bonus jalan di 2023. 
Omong-omong soal vision board, dari 2016 dan 2017 saya selalu apply beasiswa untuk ke Bangkok tapi selalu gagal. Lalu akhirnya terjawab di 2023, bolak balik Bangkok😭😭😭
Saya percaya kekuatan mimpi dan usaha serta jejaring dan mau belajar adalah kunci untuk kemana saja. I am so grateful. 




Thursday, February 2, 2023

Kabar Baik- Otw Inggris

 


Puji Tuhan, saya mendapatkan email untuk hadir di acara EI convening yang digelar di Oxford. Ya Tuhan (definetly scream for joy..). Hal-hal yang tidak saya bayangkan sebelumnya. Pernah waktu saya di suatu pertemuan bersama teman-teman EI. Saya bilang ke Dr. Phoung, wow this is the far that I can go, its crazy. Eh ternyata Dr Phoung menyampaikan, lihat saja nanti. Ada perjalanan yang lebih jauh dari ini. Ternyata ada kesempatan untuk ke Inggris. 
Pernah kepikiran kah? Seumur-umur tidak sih ya cuma punya kebiasaan baca-baca buku Enid Blyton yang latarnya di Inggris dan juga JK Rowling. 

Pernah kepikiran ke Australia untuk kuliah begitu dengan beasiswa karena punya LOA dari Wollongong di 2015 karena tidak mau jauh-jauh. 

God is this really happening? 

Jadi sesuai isi email dari hostnya, saya harus mengecek itinerarynya dan juga mengurus VISA Inggris. Hari-hari berikutnya dipenuhi mencari informasi soal visa Inggris dan rencana untuk memperpanjang beberapa hari. Undangannya itu kira-kira seminggu dan hanya di Oxford saja, yas Oxford. Oh MG! Still unbelieveable! Beanr-benar doa ibu, novena dan kebaikan-kebaikan nenek moyang di masa lampau ya, dan dukungan tempat kerja dan manifestasi masa kecil. 
Tidak apa-apa urus visa sendiri. Gaskan! 

Saya mengecek kelengkapan melalui website resmi pemerintah UK dan kemudian bikin janji temu dengan VSF Global. Saya pilih untuk urus di Bali. Nanti saya bagi pengalamannya untuk rekan-rekan yang mau bikin visa ke Inggris juga. Kalau yang lain kuncinya uang dan itu saya tidak punya hehe. Ini kuncinya di surat undangan atau invitation letter

S.Ak

​Kemarin saya menerima telpon group dari mama saya dan adik saya. Ternyata hari itu adik saya sudah mengabari kalau dia akhirnya selesai sid...